Artikel HackteriaLab 2014 – Yogyakarta di Event Jogja

From Lifepatch - citizen initiative in art, science and technology
Jump to: navigation, search
Screen shot Artikel

Sebuah artikel mengenai HackteriaLab 2014 - Yogyakarta di situs Event Jogja. Artikel ini disalin ulang oleh Andreas Siagian pada tanggal 5 Mei 2014. Berikut isi artikel tersebut di bawah ini:

Deskripsi

HackteriaLab2014 – Yogyakarta dilaksanakan pada 13 – 25 April 2014, diselenggarakan oleh Lifepatch bekerjasama dengan platform komunitas internasional Hackteria society. HackteriaLab adalah sebuah acara tahunan yang sudah berlangsung sejak 2010 dari jaringan Hackteria yang mencangkup seniman, ilmuwan, peneliti dan peretas dalam suatu aktivitas bersama baik berupa penelitian, eksperimen, diskusi, lokakarya dan pameran; tahun ini Lifepatch berkesempatan menjadi tuan rumah dengan dukungan dari berbagai pihak.

Agenda Kegiatan

HackteriaLab 2014 – Yogyakarta akan diselenggarakan di beberapa tempat; antara lain:

  1. Kedai Kebun Forum (KKF) sebagai ruang lokakarya, studio te& laboratorium berkala (14 – 24 April)
  2. Auditorium Fakultas Pertanian – Univ. Gadjah Mada untuk Symposium – Citizen Initiatives in Art & Science (15 April 2014, Pukul 09.00 – 15.00 WIB)
  3. Bumi Pemuda Rahayu untuk lokasi workshop dan presentasi (19 – 21 April 2014)
  4. Padepokan Seni Bagong Kussudiardja untuk Akustikologi (23 April 2014, Pukul 19.00 – selesai WIB)
  5. Langgeng Art Foundation untuk pameran (25 April 2014, 19.00 – 21.00 WIB). Pameran hingga 2 Mei 2014

Selain itu ada, 3 kali kunjungan lapangan; yaitu:

  1. Bantaran Sungai Code (Jogjakarta) dengan tema: Pengawasan Sungai di Yogyakarta – 14 April 2014, Pukul 11.00 – 14.00 WIB
  2. Lereng Gunung Merapi (Sleman) dengan tema: Biorecovery Tanah Vulkanik Gunung Merapi – 16 April 2014, Pukul 06.00 – 12.00 WIB
  3. Hutan Adat Wonosadi (Gunung Kidul) dengan tema: Konservasi Biodiversitas di Hutan Wonosadi, – 16 April 2014 – 17 April 2014 (14.00 – 07.00 WIB)

Peserta lokal maupun internasional dari beragam latarbelakang, akan berkolaborasi secara intensif dalam waktu dua minggu untuk memperluas ide-ide dan metodologi di bidang BioArt, ‘DIY biologi’, Teknologi Tepat-Guna, Seni dan Sains. Pelaksanaan HackteriaLab 2014 memiliki rangkaian yang disebut “Tourdigrade” (http://lifepatch.org/Tourdigrade), yaitu acara lokakarya, presentasi dan performans keliling ke beberapa kota (Jakarta, Bandung, Jatiwangi, Surabaya) yang berlangsung pada 17 Maret – 2 April 2014. Rangkaian acara ini merupakan salah satu bagian dari pra-phase HackteriaLab 2014. Kegiatan ini akaN menjadi ajang yang unik dengan ciri khas intervensi dalam perkembangan budaya kontemporer, dunia seni, untuk menciptakan sebuah ruang pertemuan praktek seni dan ilmu pengetahuan, budaya dan lingkungan, berjejaring, bertemu muka, bekerja bersama, residensi, lokakarya, purwarupa, pameran-pameran berbasis keterlibatan, dan dokumentasi.

Para peserta akan diajak secara langsung melalui 3 kunjungan lapangan tentang situasi yang sudah ada, nyata, dan berjalan yang bersinggungan dengan aktivitas Lifepatch selama ini bersama sejumlah komunitas lain di Yogyakarta. Ketiga kunjugan lapangan / Field Trip tersebut adalah:

1. Biorecovery Tanah Vulkanik Gunung Merapi

Letusan Merapi (2010) menghasilkan debu vulkanik yang merusak lahan pertanian, khususnya di sekitar lereng. Setelah letusan tersebut, para ilmuwan bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk memperkaya keanekaragaman khayati, melakukan praktek reklamasi tanah pertanian, untuk mempercepat proses penyuburan. Salah satu usaha reklamasi ini digerakkan oleh Laboratorium Mikrobiologi dari Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (UGM), yang telah bekerja intensif sejak 2011. Walaupun fokus utama proyek ini adalah pemulihan kembali (biorecovery) fungsi tanah, namun beriringan dengan itu, sejumlah perihal ekologis lainnya juga muncul dan menjadi perbincangan.

2. Pengawasan Sungai di Yogyakarta

Tiga sungai besar melewati perkotaan Yogyakarta, adalah Kali Code, Kali Winanga, dan Kali Gajahwong. Sejak tahun 2011 Lifepatch bekerja sama dengan kelompok setempat melakukan berbagai penjelajahan, mencoba mengenal permasalahan disekitar sungai daerah perkotaan. Selain mendokumentasikan citra Daerah Aliran Sungai (DAS), juga memetakan kandungan E. coli di beberapa lokasi sungai. Analisa ini dipilih karena deteksi E. coli merupakan petunjuk awal terjadinya pencemaran sungai. Mengingat permasalahan sungai merupakan topik yang global, inisiatif warga dalam mendeteksi pencemaran sungai serta usaha dalam pengembangannya, sangat diperlukan dalam mencegah kerusakan terhadap lingkungan sekitar. Kegiatan ini kemudian bekerjasama dengan Biodesign dan EPFL, untuk disebarluaskan Juni 2014 mendatang di Lausanne.

3. Konservasi Biodiversitas di Hutan Wonosadi

Hutan Wonosadi adalah salah satu dari sedikit hutan adat yang tersisa di pulau Jawa. Hutan ini dilindungi oleh warga sekitar bersama dengan komunitas Green Tech. Komunitas ini beberapa kali mengadakan aksi lingkungan di hutan tersebut dengan tujuan akhir memunculkan kesadaran masyarakayt melalui berbagai kegiatan. Aksi lingkungan didukung dengan kepercayaan masyarakat sekitar, yakni apabila menebang pohon akan terjadi bencana yang menimpa sang penebang pohon. Seperti penanaman pohon, pelepasan hewan, serta outbond bersama anak-anak (setingkat SD) setempat. Selain kegiatan aksi lingkungan, juga melakukan kegiatan kemah bersama di hutan. Setiap tahunnya diadakan upacara adat Sadranan, sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen

Selain ketiga field trip itu akan ada Akustikologi di Padepokan Seni Bagong Kussudiharjo (23 April 2014), para peserta diajak untuk terlibat dalam sebuah proyek musik yang mencoba mendorong kerja sama antara perupa, musisi, ilmuwan, dan peretas (hacker) untuk merangkai komposisi-komposisi musik berdasarkan keragaman disiplin mereka masing-masing. Proyek ini menantang para pesertanya untuk tidak menggunakan amplifikasi elektronik dalam pertunjukan komposisi hasil kerja sama mereka untuk melatih kepekaan sensor pendengaran kita, selaku makhluk mekanosensitif di tengah polusi suara di lingkungan sekitar kita.

Untuk keterangan yang lebih lengkap silakan membuka pranala luar : Indonesia: lifepatch.org/Hackterialab2014 Inggris: hackteria.org/wiki/HLab14 @lifepatch_ @hackteria #HLab14 facebook.com/lifepatch

HackteriaLab 2014 – Yogyakarta Organizer: Hackeria & Lifepatch Partners: UGM, Hyphen, Bumi Pemuda Rahayu, WAFT – Surabaya, KKF – Yogyakarta, Otak-atik Creative Workshop, BioArt.TW, Green Tech, The Finnish Society of Bioart, Galerija Kapelica, Universal Research Institute, Biologigaragen, Supporters: Prohelvetia, Migros, Ford Foundation, Arts Collaboratory, EPA Contacts: Ferial Afiff – 081802702895, Agung Geger – 081804251669

Referensi dan Pranala Luar