BCL

From Lifepatch - citizen initiative in art, science and technology
Jump to: navigation, search
Anggota BCL, Shiho Fukuhara dan Georg Tremmel
Georg Tremmel BCL dalam workshop "Common Flowers" di UGM
"Blue Moondust", sebuah jenis anyelir yang mempunyai warna biru hasil rekayasa DNA menjadi dasar awal karya "Common Flowers" oleh BCL
Praktik workshop memulai kultur jaringan dari tanaman diperagakan oleh Georg Tremmel BCL
Presentasi melalui telekonferens dari Georg Tremmel dan Shiho Fukuhara - BCL pada hari pertama Asia-Pasific DIYBio and BioArt Meeting

BCL adalah sebuah grup duo Shiho Fukuhara dan Georg Tremmel.

Biografi

Shiho Fukuhara menerima BA (Hons) jurusan Seni Murni dari Central St. Martins College of Art dan Desain di London dan melanjutkan studinya dengan MA dalam Desain Interaktive di Royal College of Art. Shiho diundang untuk berpartisipasi pada Pavilion Le di Palais de Tokyo di Paris pada tahun 2004 dan terpilih sebagai Artis-Residence IAMAS di Ogaki, Jepang pada tahun 2005, dan pada tahun 2008 di ISEA (International Symposium of Electronic Arts) di Singapura dan di Ambient TV di London .

Georg Tremmel mempelajari Visual Media Art (Visuelle Mediengestaltung) di University untuk Seni Terapan di Wina dan Desain Interaktif di Royal College of Art di London, di mana ia memulai kolaborasi berkelanjutan dengan Shiho Fukuhara. Karya-karya mereka diberikan beberapa penghargaan, termasuk NESTA Creative Pioneer Award, the Science Museum's Product of the Future Award, hadiah 1 di VIPER Media Art Festival dan Hadiah ke-2 di Biotech di Business Forum di Cambridge, Inggris.

Aktifitas di Indonesia

Workshop Common Flowers di UGM

BCL diwakili oleh Georg Tremmel memberikan sebuah sesi workshop yang diadakan di laboratorium kultur jaringan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (UGM). Sesi ini dimulai dengan presentasi singkat Georg tentang aktifitasnya bersama BCL dan juga salah satu karyanya yang diberi nama "Common Flowers". Karya tersebut diciptakan berdasarkan atas pemasaran komersial sebuah bunga yang telah direkayasa dan dimodifikasi struktur genetika dari bunga tersebut. Bunga tersebut termasuk dari jenis Anyelir dan diberi nama "Blue Moondust" yang dikembangkan oleh sebuah perusahaan minuman terkenal di Jepang bernama Suntory.

Setelah presentasi, Georg memperagakan beberapa teknik DIY untuk mengembangkan dan menanam kembali bunga anyelir yang dia bawa langsung di Jepang. Caranya cukup mudah dengan material yang mudah didapat di pasaran seperti tempat makanan bayi dan agar-agar komersil. Trik yang cukup sulit adalah untuk memastikan sterilnya medium untuk bunga tersebut Apabila tidak steril, medium akan terkontaminasi dengan mikroorganisme lain yang dapat mengganggu pertumbujan dari bunga yang akan ditanam. Selain itu mikroorganisme itu juga mengambil suplemen makanan dari medium agar-agar yang disiapkan.

Asia-Pacific DIYBio and BioArt Meeting

Pada bulan April 2011, BCL berpartisipasi dalam acara The First Asia-Pacific DIYbio & Bioart meeting: Democratising the Laboratory, sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh Denisa Kera, SymbioticA, DIYbio LA, Andreas Siagian dan Komunitas Laboratorium Mikrobiologi UGM Yogyakarta. Dalam konferensi ini, BCL melakukan telekonferens melalui internet untuk mempresentasikan beberapa karya dan aktifitas mereka.

Referensi dan Link Eksternal