Festival Mata Air 2016

From Lifepatch - citizen initiative in art, science and technology
Jump to: navigation, search
Poster Festival Mata Air 2016

Festival Mata Air adalah sebuah acara komunitas Seni dan Musik yang berlokasi di Salatiga, Jawa Tengah. Acara ini diproduksi oleh Komunitas TUK -Tanam UNTUK Kehidupan, untuk meningkatkan kesadaran tentang lingkungan dan masalah air.

Festival Mata Air telah menjadi platform internasional untuk kolaborasi dan pertukaran antara berbagai komunitas seni, musisi, pemerhati lingkungan dan warga setempat. Dengan penekanan kuat pada pengorganisasian masyarakat akar rumput , pembangunan kapasitas dan berbagi keterampilan, festival ini telah memantapkan dirinya sebagai kampanye kesadaran lingkungan berbasis masyarakat yang signifikan.

Deskripsi Acara

Jadwal acara akhir pekan festival mata air 2016

Sekali waktu, seorang wanita tua yang murah hati memberi sedikit anak penampungan miskin, makan, dan "lesung", mangkuk tradisional yang digunakan untuk pengupasan padi. Bahwa anak pintar memutuskan untuk menggunakan lesung sebagai perahu. Suatu hari ia datang di beberapa desa mencoba gagal untuk mengusir tongkat besar di sawah. Ajaibnya, dia adalah orang yang akhirnya mampu mengusir itu, dan mata air alami pertama menyembur keluar dari lubang itu meninggalkan. Banjir berikutnya menghancurkan desa, tetapi dia melarikan diri, berkat lesung wanita tua itu. Dia bahkan berhasil menyelamatkannya juga. banjir yang menjadi danau besar, yang sekarang dikenal sebagai Rawa Pening, di Salatiga (Jawa Tengah, Indonesia). legenda setempat ini menekankan betapa pentingnya kedua sumber daya air dan kreativitas adalah ke daerah - dan adalah dasar dari festival ini. Salatiga aset terbesar adalah yang 'banyak mata air alam yang spektakuler, bersama dengan sungai dan danau yang mereka buat, dan mereka sekarang sangat terancam oleh sampah, polusi dan deforestasi. Festival Mata Air 2016 - "Kami Air, kami Future", bertujuan untuk membina fokus masyarakat yang nyata dan upaya pada sumber air setempat, untuk jangka panjang, keberlanjutan air bersih. FMA adalah perayaan dua hari air-kekayaan daerah, dengan sangat dinamis, penuh sesak jadwal acara yang dijamin untuk menangkap perhatian banyak. FMA sudah mapan sebagai platform berdengung untuk kolaborasi dan pertukaran antara berbagai komunitas peduli lingkungan lokal, nasional dan internasional. Tahun ini, akan ada musik besar, instalasi seni, pameran, workshop, pemutaran film, aktivasi masyarakat, dan sangat istimewa Wayang Kampung Sebelah, dengan acara yang unik khusus ditulis untuk acara tersebut. FMA adalah keluarga yang ramah, terinspirasi lingkungan dan penuh semangat disampaikan. Festival ini didirikan pada tahun 2006 oleh Tanam UNTUK Kehidupan (TUK), sekelompok seniman dan relawan yang terus aktif menangani isu-isu lingkungan lokal Indonesia. Tahun ini, Festival Mata Air adalah bangga didukung oleh Danish Kedutaan Indonesia. The University of Technology, Sydney juga mendukung FMA dengan mengirimkan tim mahasiswa dari Fakultas berkenan untuk membantu festival. Festival Mata Air 2016 akan berlangsung pada 20 Februari - 21, di Siti Inggil, Banyubiru (Muncul). (Disadur dari laman Festivalmataair.com)

Detail Acara

Membersihkan Sungai

  • 24 Januari 2016
  • Kali Bumen, Muncul

Pengomposan & Daur Ulang Lokakarya

  • 31 Januari 2016
  • Muncul, Banyubiru

Sablonase & Workshop Polyethylene

  • Hari/Tanggal : Senin, 7 Februari 2016
  • Tempat : Muncul, Banyubiru

Forum Diskusi

  • Hari/Tanggal : Selasa, 9 Februari 2016
  • Tempat : Fakultas Biologi - Universitas Kristen Satya Wacana

Penanaman pohon

  • Hari/Tanggal : Sabtu, 13 Februari 2016
  • Tempat : Wirogomo, Banyu Biru

Sablonase & Workshop Plastik Daur Ulang

  • Hari/Tanggal : Minggu, 14 Februari 2016
  • Tempat : Muncul, Banyubiru

Lokakarya D.I.Y Teknologi

  • Hari/Tanggal : Jumat, 19 Februari 2016
  • Tempat : Muncul, Banyubiru
Suara dari pemuda Muncul Banyu Biru

Forum Diskusi Bersama Bali Lite dan Lifepatch

  • Hari/Tanggal : Minggu, 21 Maret 2016
  • Tempat : Muncul, Banyu Biru

Festival Persiapan & Instalasi Seni

  • Januari-Februari 2016
  • Tempat : Muncul, Banyubiru

Partisipasi Lifepatch

Partisipasi Lifepatch di event ini diwakili oleh Adhari Donora dan Andreas Siagian. Dalam event tersebut Adhari Donora memberikan presentasi mengenai beberapa kegiatan yang di lakukan Lifepatch bersama warga, dilanjutkan dengan diskusi bersama Karang Taruna Muncul, Salatiga dan komunitas yang tergabung dalam Festival Mata Air 2016.

Dokumentasi Foto Presentasi dan Diskusi Festival Mata Air 2016