Inokulasi

From Lifepatch - citizen initiative in art, science and technology
Jump to: navigation, search
Beberapa medium hasil inokulasi
Proses teknik inokulasi

Teknik inokulasi merupakan suatu pekerjaan memindahkan mikroorganisme dari medium lama ke medium yang baru dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi. Dengan demikian akan diperoleh biakan mikroorganisme yang dapat digunakan untuk pembelajaran mikrobiologi. Berikut adalah tutorial untuk melakukan Inokulasi dengan mudah menggunakan peralatan dan bahan yang mudah didapat.

Langkah 1: Sterilisasi Wadah Penampung Agar

IMG 6559edit.jpg

Sterilisasi merupakan kunci sukses dalam pelaksanaan inokulasi. Seluruh alat yang digunakan dalam proses inokulasi haruslah bersih dan steril untuk menghindari kontaminasi pada hasil inokulasi. Untuk itu, pastikan mencuci terlebih dahulu segala peralatan yang akan digunakan, terutama peralatan yang bersentuhan langsung dengan mikroorganisme dan medium dalam proses inokulasi.


Bahan dan Peralatan

  • Kompor Gas/Listrik/Api
  • Panci
  • Air Bersih
  • Wadah kecil bisa berupa tabung reaksi, tempat makanan bayi, dll


Pengerjaan

Masaklah air dalam panci hingga mendidih, lalu masukkan wadah yang akan digunakan kedalam air. Biarkan wadah kecil yang akan digunakan di dalam air mendidih selama kurang lebih 10-20 menit.


Langkah 2: Pembuatan Agar

IMG 6561edit.jpg
IMG 6566edit.jpg

Dalam inokulasi, mikroorganisme membutuhkan sebuah medium yang menyediakan nutrisi bagi kehidupan mereka. Medium ini tersedia di toko-toko persediaan laboratorium dengan harga yang cukup mahal. Untuk itu, kita akan melakukan sedikit rekayasa untuk dapat menciptakan medium dari produk-produk yang mudah didapat di sekitar kita dan terjangkau tentunya.


Bahan dan Peralatan

  • 1 sendok makan bubuk agar instan merek apapun
  • 1 butir vitamin B kompleks
  • seujung sendok teh ekstrak ragi (kalau ada)
  • 2 sendok teh gula pasir
  • Air bersih 100 ml
  • Kompor Gas/Listrik/Api
  • Panci
  • Sendok


Pengerjaan

Panaskan 100 ml air dan campurkan bubuk agar kedalam air mendidih beserta 2 sendok teh gula pasir dan 1 butir vitamin B kompleks yang telah digerus halus. Aduk merata hingga semua campuran terlarut sekitar 5 menit.

Bila sudah merata, tuangkan agar tersebut dalam kondisi cair panas ke dalam wadah yang digunakan. Tuangkan agar kurang lebih 1/3 volume dari wadah yang digunakan. Lakukan berulang kali hingga semua wadah terisi dengan agar.



Langkah 3: Menyegel medium agar dalam wadah

IMG 6569edit.jpg
IMG 6570edit.jpg
IMG 6571edit.jpg

Langkah berikutnya adalah menyegel medium agar dalam wadah. Medium agar harus terhindar dari udara bebas sehingga wadah perlu disegel dengan rapat dan rapi. Untuk melakukan hal ini cukup mudah dan alat-alatnya sangat mudah didapat. Langkah ini harus dilakukan langsung setelah langkah 2 selesai.



Bahan dan Peralatan

  • Perban
  • Kapas
  • Karet Gelang
  • Plastik Kresek



Pengerjaan

Setelah medium agar dituangkan dalam wadah, ambillah segumpal kapas dan bentuk kapas tersebut sedemikian rupa sehingga berbentuk menjadi sumbat untuk wadah tersebut. Upayakan kapas sepadat mungkin sehingga menutup wadah dengan rapat. Balutlah kapas dengan perban sehingga memudahkan kita untuk mempertahankan bentuk kapas tersebut. Ambil sebuah plastik kresek dan bungkus wadah tersebut lalu ikatlah dengan karet gelang hingga rapat. Lakukan hal yang sama pada medium lainnya. Usahakan medium agar tidak menyentuh sumbat kapas dan perban.



Langkah 4: Sterilisasi Medium Agar beserta wadahnya

IMG 6572edit.jpg
IMG 6576edit.jpg

Setelah menyegel medium agar, langkah berikutnya adalah sterilisasi medium tersebut. Sterilisasi harus dilakukan berulang-ulang untuk menghindari kontaminasi dalam proses inokulasi. Dalam langkah ke 4 ini, kita akan melakukan sterilisasi sederhana menggunakan uap air.



Bahan dan Peralatan

  • Kompor Gas/Listrik/Api
  • Panci Kukus
  • Air bersih secukupnya



Pengerjaan

Isi panci kukus dengan air bersih secukupnya. Lalu kumpulkan Medium Agar yang telah disegel dan letakkan Medium tersebut didalam panci kukus tersebut. Nyalakan kompor dan biarkan Medium tersebut di dalam panci hingga kurang lebih 40 menit.








Langkah 5: Penyiapan Medium Agar Miring

IMG 6581edit.jpg

Setelah langkah sterilisasi di Langkah 4, Medium agar akan kembali ke bentuk cair. Dalam proses inokulasi, medium dibuat miring supaya memberikan ruang lebih besar bagi mikroorganisme yang hidup di permukaan medium tersebut. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mudah seperti dijelaskan sebagai berikut.

Bahan dan Peralatan

  • Piring/Wadah lainnya yang mempunyai kemiringan kurang lebih 10-20 derajat

Pengerjaan

Ambillah medium yang sudah steril dan masih cair kemudian letakkan sedemikian rupa sehingga membentuk permukaan yang miring 10-20 derajat. Biarkan medium hingga membeku.


Langkah 6: Pemindahan Mikroorganisme ke Medium Baru

IMG 6583edit.jpg
IMG 6582edit.jpg
IMG 6588edit.jpg

Langkah ke 6 merupakan langkah paling sulit karena memerlukan kecermatan dan konsentrasi. Pada langkah ini kita akan memindahkan mikroorganisme ke medium baru yang kita baru ciptakan. Memindahkan mikroorganisme ke medium baru ini disebut proses inokulasi. Proses ini harus dilakukan dengan alat air laminer atau sterilizing hood namun juga dapat dilakukan pada ruangan yang bersih. Medium agar yang telah steril dan mengeras idealnya ditunggu hingga dua hari untuk memastikan ada tidaknya kontaminasi pada saat pembuatan. Setelah medium agar benar-benar mengeras maka kita mulai memindahkan mikroorganisme dalam hal ini yeast ke medium agar yang kita buat.



Bahan dan Peralatan

  • bunsen, dapat dibuat dengan menggunakan botol bekas minuman penambah stamina dan sumbu sederhana yang kemudian diisi spiritus untuk bahan bakarnya
  • alkohol 70-95%
  • loop hole/oase untuk mengambil yeast, dapat dibuat menggunakan kawat yang dibentuk membulat kecil pada ujungnya
  • penutup mulut, apabila tidak ada maka selama proses inokulasi jangan berbicara untuk menghindari kontaminasi/pencemaran dari mulut kita




Pengerjaan

  • sterilkan tangan dan meja atau tempat pengerjaan menggunakan alkohol 70-95%
  • siapkan medium agar yang akan kita inokulasi dan medium berisi sumber yeast yang akan kita pindahkan
  • bakar oase hingga merah membara menggunakan dengan api bunsen
  • ambil yeast dari medium asal menggunakan ujung oase, pindahkan ke medium agar yang baru dengan cara dioleskan ujung oasenya ke agar
  • lakukan dengan cepat dan cermat untuk menghindari kontaminasi/pencemaran dari udara sekitar





Langkah 7: Penyimpanan

Langkah terakhir adalah menyimpan hasil inokulasi di tempat yang dingin dan terhindar dari sinar matahari langsung. Salah satu tempat paling ideal untuk menyimpan hasil inokulasi adalah kulkas. Dalam kulkas, hasil inokulasi dapat bertahan hingga lebih dari 6 bulan. Untuk memeriksa apakah hasil inokulasi berhasil dan tidak terkontaminasi, perhatikan beberapa hal penting berikut:

  • tidak terlihat bercak-bercak berwarna hitam, biru, hijau di dalam tempat dan medium agar
  • tidak tercium bau tidak sedap dari tutup medium agar
  • medium agar tidak berubah bentuk
  • pada permukaan medium agar terlapisi oleh yeast yang berwarna bening keputihan