Jogja River Project 2013

From Lifepatch - citizen initiative in art, science and technology
Jump to: navigation, search

Contents

Penjelasan

Kegiatan yang berkaitan dengan Jogja River Project 2013 meliputi 4 aktivitas utama yaitu:

  • Pembangunan infrastruktur laboratorium Bio-Elektronika di Rumah Lifepatch.
  • Kegiatan workshop yang berkenaan dengan pengambilan sampel air sungai dan dokumentasi visual daerah sungai.
  • Kegiatan penelitian untuk mendokumentasikan dan mengambil contoh sampel air di Sungai Code.
  • Kegiatan bersama komunitas-komunitas di Jogjakarta di Sungai Gajah Wong

Kegiatan Workshop

Adapun beberapa workshop yang dilakukan lifepatch antara lain adalah:

Workshop Swab Test untuk mengetahui kandungan Bakteri E.coli pada telapak tangan

Workshop Swab Test

Deskripsi Acara

Workshop ini bertujuan untuk memberikan pembelajaran kepada Siswa SD mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan agar terhindar dari kontaminasi bakteri E. coli serta prinsip dasar pengujian kandungan bakteri E.coli pada telapak tangan dengan metode Swab Test.

Detail Acara

Workshop ini diadakan pada:

  • Hari, Tanggal: Minggu, 3 November 2013
  • Waktu: 15.30 WIB
  • Tempat: Sekolah Dasar "HS (Home Schooling) Mandiri" yang dikelola oleh LSM GAFATAR (Gerakan Fajar Nusantara)
  • Alamat: Dusun Tanjung, Kecamatan Sewon, Bantul, Yogyakarta.
  • Peta Lokasi: http://goo.gl/maps/PqYUP

Referensi dan Pranala Luar

Workshop Pengujian Kandungan Bakteri E. Coli

Workshop Pengujian Ecoli 1.jpg

Deskripsi Acara

Kegiatan workshop ini merupakan bagian dari program Bio Design for the Real World, sebuah proyek yang terlaksana melalui kerjasama antara lifepatch lifepatch , komunitas-komunitas di Yogyakarta, Laboratorium Mikrobiologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (UGM), EPFL Switzerland dan Shrishti School of Art, Design and Technology, India . Workshop Pengujian Kandungan Bakteri E. Coli dilaksanakan sebagai kelanjutan dari workshop sebelumnya yang bertujuan untuk mengajarkan teknik pengujian kualitas air sungai dilihat dari aspek mikrobiologis.

Detail Acara

  • Hari/Tanggal: Sabtu / 19 Oktober 2013
  • Waktu: 15.00 WIB (Jam 3 Sore)
  • Tempat: rumah lifepatch
  • Alamat: Jl. Bugisan Selatan, Gumuk Indah RT 13 RW 36, Yogyakarta (Belakang SMKI)
  • Kontak :
    • Nur Akbar Arofatullah: (0857-4340-0880)
    • Agus Tri Budiarto  : (0877 3879 1971)

Peserta diharapkan mendaftar dengan mengirim sms ke nomor kontak di atas. Workshop ini bersifat gratis dan terbuka untuk umum namun karena keterbatasan ruangan dan alat peserta dibatasi maksimal 15 orang.

Kegiatan

Workshop ini mengajarkan para peserta mengenai langkah-langkah pengujian kandungan bakteri E. Coli pada sampel yang diambil dari air sungai menggunakan medium ENDO. Kegiatan workshop akan menitik beratkan pada cara pembuatan medium dan penghitungan kandungan bakteri E. Coli pada air.

E. Coli

Escherichia coli, atau biasa disingkat E. coli, adalah salah satu jenis spesies utama bakteri gram negatif. Pada umumnya, bakteri yang ditemukan oleh Theodor Escherich ini dapat ditemukan dalam usus besar manusia. Kebanyakan E. Coli tidak berbahaya, tetapi beberapa, seperti E. Coli tipe O157:H7, dapat mengakibatkan keracunan makanan yang serius pada manusia yaitu diare berdarah karena eksotoksin yang dihasilkan bernama verotoksin. Toksin ini bekerja dengan cara menghilangkan satu basa adenin dari unit 28S rRNA, sehingga menghentikan sintesis protein. Sumber bakteri ini contohnya adalah daging yang belum masak, seperti daging hamburger yang belum matang.

Medium ENDO

Endo agar (juga disebut media Endo) adalah medium pertumbuhan mikrobiologi dengan warna merah muda pucat. Awalnya dikembangkan untuk isolasi Salmonella typhi, sekarang banyak digunakan sebagai media coliform. Kebanyakan organisme gram-negatif tumbuh baik di media ini, sementara pertumbuhan organisme gram positif dihambat. Organisme Coliform memfermentasi laktosa dalam media ini, menghasilkan warna merah (yaitu Escherichia coli), sedangkan organisme non-laktosa-fermentasi memproduksi koloni tak berwarna dan bening contohnya yaitu Salmonella sp.

Metode Pengujian Kandungan Bakteri E.coli

Pengujian secara kuantitatif populasi bakteri secara tradisional dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu: 1) metode penghitungan cawan (plate count) dan 2) Most Probable Number (MPN). Pada kegiatan kali ini, pengujian kandungan bakteri E. coli pada sampel air akan dilakukan dengan metode plate count. Prinsip metode tersebut adalah menumbuhkan sel mikroba yang masih hidup pada media agar padat dalam cawan petri, sehingga sel mikroba tersebut akan berkembang biak dan membentuk koloni yang dapat dilihat langsung dengan mata tanpa mikroskop.

Jumlah koloni mikroba yang tumbuh dan dapat dihitung berkisar antara 30-300 koloni. Apabila jumlah koloni yang tumbuh terlalu tinggi (>300), maka akan sulit untuk dihitung sehingga kemungkinan kesalahan perhitungan sangat besar. Jumlah koloni >300 dikategorikan sebagai sample TNTC (Too Numerous To Count) atau spreader sehingga sampel tersebut tidak dapat dimasukkan dalam data perhitungan. Pengenceran sampel membantu untuk memperoleh perhitungan jumlah yang benar, namun pengenceran yang terlalu tinggi dapat mengahasilkan jumlah koloni yang terlalu rendah sehingga kemungkinan tumbuhnya sangat kecil.

Metode plate count merupakan cara yang cukup sensitif untuk menghitung jumlah mikroba. Kelebihan dari pengujian dengan metode tersebut adalah:

  • Hanya sel yang hidup yang dapat dihitung
  • Beberapa jenis mikroba dapat dihitung sekaligus
  • Digunakan untuk isolasi & identifikasi mikroba

Sedangkan kekurangan dari metode plate count yaitu:

  • Hasil perhitungan tidak menunjukkan jumlah sel mikroba yang sebenarnya karena beberapa sel yang berdekatan membentuk satu koloni
  • Media dan kondisi yang berbeda menghasilkan nilai yang berbeda pula
  • Mikroba yang tumbuh harus pada media padat dan membentuk koloni yang kompak, jelas serta tidak menyebar
  • Memerlukan persiapan dan waktu inkubasi beberapa hari sehingga pertumbuhan koloni baru dapat dihitung

Pelaksanaan metode plate count dapat dilakukan dengan dua teknik, yaitu dengan teknik tuang (pour plate) dan teknik sebar permukaan (spread plate). Pada kegiatan kali ini, pelaksanaan metode plate count akan dilakukan dengan teknik pour plate. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam teknik ini adalah proses pengenceran sampel dan homogenisasi larutan hasil pengenceran tersebut.

Dokumentasi Workshop

Berikut adalah kumpulan dokumentasi workshop pengujian kandungan bakteri E.coli yang dilaksanakan di rumah Lifepatch sebagai bagian dari kegiatan JRP-Biodesign:

Referensi dan Pranala Luar

Workshop Pengolahan Foto Panorama 360 derajat

Wawies Wisnu Wisdantio melakukan fotografi 360 derajat di Sungai Code

Deskripsi Acara

Workshop ini bertujuan untuk belajar bersama dan memperkenalkan cara mengolah foto lanskap menjadi foto panorama/360 derajat menggunakan software tertentu.

Detail Acara

Workhop ini diadakan pada:

  • Hari/Tanggal: Minggu, 15 September 2013
  • Waktu: 17.00 WIB - 18.00 WIB
  • Tempat: rumah lifepatch
  • Alamat: Jl. Bugisan Selatan, Gumuk Indah RT 13 RW 36, Yogyakarta (Belakang SMKI)
  • Kontak:
    • Iyok/Budi Prakosa  : (0811-1268-995)
    • Nur Akbar Arofatullah : (0857-4340-0880)


Kegiatan

Pada workshop ini peserta akan diajak untuk belajar bersama mengolah hasil foto lanskap menjadi foto panorama 360 derajat yang akan sangat membantu pada pembuatan peta. Peserta workshop diharuskan membawa perangkat komputer sehingga diharapkan mampu mengolah foto sendiri. Workshop ini bersifat gratis dan terbuka untuk umum.

Referensi dan Link Eksternal

Workshop Metode Pengambilan Contoh Air

Pengambilan contoh air di Sungai Winanga, bagian dari JRP
Sebuah workshop yang membahas metode pengambilan contoh air yang akan diuji kualitasnya secara biologi.

Deskripsi Acara

Workshop ini bertujuan untuk belajar bersama dan memperkenalkan metode pengambilan contoh air yang akan diuji kandungan biologisnya sesuai dengan ketentuan Standar Nasional Indonesia. Workshop diawali dengan penjelasan aktivitas yang dilakukan di Jogja River Project di tahun 2011 dan 2012, dan kemudian dilanjutkan standar pelaksanaan yang akan dilakukan untuk Jogja River Project di tahun 2013. Pembelajaran mengenai pengambilan contoh air kemudian disimulasikan di saluran air depan rumah lifepatch.

Detail Acara

Workhop ini diadakan pada:

  • Hari/Tanggal: Kamis, 9 Mei 2013
  • Waktu: 14.00 WIB - 17.00 WIB
  • Tempat: rumah lifepatch
  • Alamat: Jl. Bugisan Selatan, Gumuk Indah RT 13 RW 36, Yogyakarta (Belakang SMKI)
  • Keperluan: Peserta diharapkan membawa buku catatan
  • Kontak:
    • Timbil/Agus Tri Budiarto: (0877-3879-1971)
    • Nur Akbar Arofatullah : (0857-4340-0880)

Workshop ini bersifat gratis dan terbuka untuk umum.

Dokumentasi Acara

Berikut dokumentasi terpilih dari workshop ini:

Referensi dan Link Eksternal

Bold text

Workshop Fotografi Dasar

Sebuah workshop yang membahas teknik dan komposisi dasar fotografi menggunakan kamera digital baik kamera saku, prosumer maupun DSLR.

Deskripsi Acara

Workshop ini akan memperkenalkan dasar-dasar fotografi baik dari komposisi maupun penggunaan fitur dan fungsi yang dimiliki kamera digital. Para peserta akan mempelajari penggunaan ISO, kecepatan shutter, dan diafragma kamera digital untuk fotografi landskap, objek (bergerak maupun tidak) dan pengambilan informasi visual melalui fotografi. Peserta workshop diharapkan dapat menggunakan pengetahuan dasar-dasar fotografi untuk pendokumentasian diri dan lingkungan sekitarnya melalui fotografi.

Detail Acara

Workhop ini diadakan pada:

  • Hari/Tanggal: Minggu, 5 Mei 2013
  • Waktu: 15.00 WIB - selesai
  • Tempat: rumah lifepatch
  • Alamat: Jl. Bugisan Selatan, Gumuk Indah RT 13 RW 36, Yogyakarta (Belakang SMKI)
  • Keperluan: Peserta diharapkan membawa kamera
  • Kontak:
    • Wawies Wisnu Wisdantio: (0812 26 100 40)
    • Joan Prahara Bumi: (0819 0372 5105)

Workshop ini bersifat gratis dan terbuka untuk umum.

Dokumentasi

Berikut dokumentasi terpilih dari kegiatan ini:

Referensi dan Link Eksternal

Kegiatan Penelitian dan Lapangan

Berikut beberapa kegiatan penelitian dan lapangan yang dilakukan berkenaan dengan Jogja River Project 2013:

Survey Lapangan dan Pengambilan dokumentasi foto 360

Survei Lapangan di Sungai Code yang menjadi bagian dari BIO-DESIGN for the REAL WORLD dan Jogja River Project 2013.

Deskripsi Kegiatan

Survey lapangan ini merupakan awal dari kegiatan di lapangan untuk JRP di Sungai Code 2013. Survey ini untuk menentukan titik pengambilan sampel air beserta pendokumentasian area menggunakan fotografi 360 derajat. Survey lapangan melibatkan pengukuran lebar sungai serta uji coba pendokumentasian beberapa lokasi menggunakan fotografi 360 derajat. Lifepatch bekerja sama dengan Green Tech Community dalam melaksanakan kegiatan ini. Survey berawal di Sungai Code bawah Jembatan Teknik Sardjito yang merupakan batas Utara Sungai Code untuk wilayah Kodya Yogyakarta. Survey berakhir di Jembatan Karangkajen yang merupakan batas Selatan Sungai Code wilayah Kodya Yogyakarta.

Detail Kegiatan

Adapun kegiatan ini berlangsung pada:

  • Waktu: Juni - November 2013
  • Lokasi Titik Awal: Sungai Code dibawah Jembatan Teknik Sarjito (batas Utara wilayah Kodya Yogyakarta)
  • Lokasi Titik Akhir: Sungai Code dibawah Jembatan Karangkajen (batas Selatan wilayah Kodya Yogyakarta)

Dokumentasi

Berikut dokumentasi foto terpilih dari kegiatan ini:

Pengambilan Sampel Air Sungai Code 2013

Sebuah aktivitas pengambilan contoh air di Sungai Code bagian dari BIO-DESIGN for the REAL WORLD dan Jogja River Project 2013.

Deskripsi Kegiatan

Kegiatan pengambilan sampel dilakukan oleh lifepatch dan teman-teman dari Mikrobiologi UGM, Greentech UPN. Methode pengambilan sampel air mengikuti acuan SNI pengambilan sampel air untuk pengujian mikrobiologi. Sepanjang area Sungai Code ini diambil 10 sampel air dari 10 titik sampel yang akan diuji. Metode pengambilan sampel secara komposit dimana pada tiap titik sampel diambil 6 sampel air dan digabungkan untuk memperoleh data yang lebih akurat. Batas area pengambilan sampel air adalah Sungai Code yang masuk wilayah Kodya Yogyakarta. Batas Utara Sungai Code yang masuk wilayah Kodya Yogyakarta adalah Jembatan Teknik Sardjito. Batas Selatan Sungai Code yang masuk wilayah Kodya Yogyakarta adalah Jembatan Karangkajen. Tim pengambilan sampel air di Sungai Code ini terbagi menjadi dua tim, Tim Utara dan Tim Selatan. Tim Utara mengambil 5 titik sampel air dimulai dari Jembatan Teknik Sardjito hingga Jembatan Jambu. Tim Selatan mengambil 5 sampel air dimulai dari Jembatan Juminahan hingga Jembatan Karangkajen. Pengambilan sampel air Sungai Code ini untuk mengetahui kadar bakteri E.coli Sungai Code.

Detail Kegiatan

  • Waktu Kegiatan  : Minggu, jam 07.00-10.00 WIB, 1 Desember 2013
  • Lokasi Titik Awal: Sungai Code dibawah Jembatan Teknik Sarjito (batas Utara wilayah Kodya Yogyakarta)
  • Lokasi Titik Akhir: Sungai Code dibawah Jembatan Karangkajen (batas Selatan wilayah Kodya Yogyakarta)

Dokumentasi

Berikut dokumentasi terpilih dalam kegiatan ini:

Pengujian Hasil Sampel Air Sungai Code - JRP 2013

Berikut ini adalah cara kerja dalam analisis kandungan bakteri E-coli dalam sampel air sungai: yaitu pembuatan media, sterilisasi alat dan media serta penghitungan Jumlah koloni E. coli. Cara kerja ini digunakan oleh lifepatch pada aktivitas Jogja River Project 2013.

Pembuatan Media

  1. Menimbang 3,9 gram media agar Endo, kemudian dimasukkan dalam tabung Erlenmeyer dan dilarutkan dengan 100 mL aquades.
  2. Menutup mulut Erlenmeyer dengan disumbat kapas, dan sumbat tersebut harus sedemikian kuat sehingga tidak mudah lepas, namun dapat dicabut dari tabungnya dengan menggunakan kelingking.
  3. Ditutup bagian atas erlenmeyer dengan kertas kemudian diikat erat-erat dengan karet.
  4. Media siap untuk disterilisasi.

Sterilisasi

Berikut ini adalah cara kerja strelisasi alat dan media pada analisa mikrobologi.

Sterisasi Alat
  1. Alat-alat yang akan disterisasi dibersihkan dan dikeringkan, kemudian dibungkus dengan kertas (untuk pipet dan cawan petri)
  2. Dimasukan dalam autoklaf dan dilakukan sterilisasi pada suhu 121°C selama 30 menit
Sterisasi Media
  1. Media yang akan disterelisasi dimasukan ke dalam autoklaf
  2.  Dilakukan sterilisasi pada suhu hingga 121°C selam 15 menit
  3.  Autoklaf dimatikan dan dibiarkan hingga tekanan turun (manomater menunjukan angka nol), kemudian autoklaf dibuka dan dibiarkan hingga dingin.

Pengambilan Sampel

Pengambilan sampel air sungai Code dilakukan pada tanggal 30 November di 10 lokasi, dengan jarak antar lokasi pengambilan sampel kurang lebih 1-1,5 km. Koordinat pengambilan sampel melalui pencatatan lokasi menggunakan GPS:

  • CD_1: .............,
  • CD_2: .............,
  • CD_3: .............,
  • CD_4: .............,
  • CD_5: .............,
  • CD_6: .............,
  • CD_7: .............,
  • CD_8: .............,
  • CD_9: .............,
  • CD_10: ............,

Pada setiap titik lokasi pengambilan sampel, diambil sebanyak 6 botol sampel dengan volume 300 mL, dengan rincian: 2 botol bagian kanan, 2 botol bagian tengah, dan 2 botol bagian kiri. Pengambilan sampel dilakukan pada kedalaman 10 cm dan 40 cm. Sampel yang telah diambil di letakkan di dalam boks pendingin untuk memperlambat pertumbuhan mikroorganisme hingga sampel di analisis.

Penghitungan Jumlah Bakteri E. Coli dengan Metode Plate Count

Pengenceran sampel

6 (enam) buah botol sampel di campur (dikomposit) di dalam botol 350 ml. Sampel tersebut kemudian diencerkan dalam akuades steril dengan level pengenceran: 1/10, 1/100, 1/100, dan 1/1000. Langkah tersebut dilakukan pada setiap sampel yang berasal dari 10 titik pengambilan sampel.

Kode Sampel Koordinat Suhu Air Jumlah Bakteri (CFU/mL)
CD_1 Example 27° 1,5 x 103
CD_2 Example 27° 3 x 103
CD_3 Example 27° 6,5 x 103
CD_4 Example 27° 6,5 x 103
CD_5 Example 27° 4 x 103
CD_6 Example 27° 6 x 103
CD_7 Example 27° 4,5 x 103
CD_8 Example 27° 6,5 x 103
CD_9 Example 27° 7 x 103
CD_10 Example 27° 6 x 103
Inokulasi Sampel ke Media Agar Endo dengan Teknik Pour Plate

Pada pembuatan pengenceran, diambil 1 ml larutan sampel dan dimasukkan dalam cawan petri, kemudian media ENDO agar steril dengan suhu kurang lebih 45°C (masih dalam keadaan cair) sebanyak 15 ml di tuangkan dalam cawan petri tersebut. Selama proses penuangan, tutup cawan jangan dibuka terlalu lebar untuk menghindari kontaminasi. Cawan petri digerakkan di atas meja dengan gerakan melingkar untuk menyebarkan agar dan sel mikroba secara merata. Setelah agar memadat, cawan diinkubasikan dalam inkubator dengan posisi terbalik pada suhu 35°C-37°C selama 24 jam.

Tabel 1. Penampakan koloni bakteri yang tumbuh pada media agar ENDO:

Penampakan Koloni Jenis Mikroba
Merah Lactose-positive
Merah dengan lapisan metalik Escherichia coli
Merah/kemerahan, cembung, mucoid Entereobacter aerogens, Klebsiella
Bening Lactose-negative

Hasil dan Pembahasan

Tabel 2. Koordinat lokasi pengambilan sampel, suhu air waktu pengambilan dan hasil pengujian kandungan bakteri E.coli.









Berdasarkan data hasil pengujian, diketahui kandungan bakteri E. coli pada 10 (sepuluh) sampel air sungai yang diuji melebihi ambang batas yang cemaran e-coli (di atas 50 CFU E. coli per 100 mililiter air). Kandungan E. coli paling rendah terlihat pada sampel CD_1 (1,5 x 103 CFU/mL) sedangkan yang tertinggi adalah pada sampel CD_9 (7 x 103 CFU/mL) (Tabel 2). Pada 10 (sepuluh) sampel yang diuji, terlihat adanya fluktuasi kandungan bakteri E. coli (Gambar 2), hal tersebut kemungkinan dikarenakan adanya titik-titik pembuangan limbah tinja/kotoran manusia pada area yang berada di sebelah utara lokasi pengambilan sampel yang terbawa aliran sungai.

Gambar 2. Grafik hasil pengujian kandungan bakteri E. Coli pada 10 lokasi pengambilan sampel.

Referensi dan Pranala Luar