Kunjungan Lifepatch di Williamstown dan Detroit, USA

From Lifepatch - citizen initiative in art, science and technology
Jump to: navigation, search
Williamstown – Detroit Trip

Residensi atau kunjungan Lifepatch di Williamstown dan Detroit merupakan sebuah program residensi yang pertama kali diselenggarakan oleh Ghana ThinkTank (GTT) . Sebuah kolektif internasional yang dibentuk tahun 2006 dan membuat berbagai project yang bertujuan untuk mengembangkan "the first world" dengan cara membalik logika dan dinamika kekuasaan, yaitu dengan memberi kesempatan bagi orang-orang atau kelompok di negara-negara yang dianggap “dunia ketiga” atau negara berkembang untuk menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan orang-orang yang tinggal di negara-negara maju (The First World). Hingga saat ini, GTT berupaya mencapai tujuannya melalui jejaring kerjasama bersama berbagai kelompok dari Ghana, Cuba, El Salvador hingga meluas ke Meksiko, Iran, Serbia, Indonesia, Sudan, Maroko dan India.

Residensi ini merupakan upaya GTT untuk mengembangkan project-project yang selama ini dilakukannya, yaitu dengan mengundang anggota ThinkTank untuk datang ke amerika Serikat dan bersentuhan langsung dengan kondisi lingkungan maupun kehidupan sosial masyarakat setempat, serta membantu mewujudkan solusi yang ditawarkan dari hasil diskusi kelompok ThinkTank di tempat terjadinya permasalahan itu. Dalam program residensi ini, GTT mengundang Lifepatch sebagai ThinkTank dari Indonesia yang diwakili oleh "Timbil" Agus Tri Budiarto, "Wawies" Wisnu Wisdantio, dan Agung "Geger" Firmanto. Selain itu, GTT juga mengundang beberapa anggota ThinkTank dari Morocco yang diwakili oleh Nadia Elaattar, Mariam Ait Oufkir, dan Mehdi Ghinati.

Tentang Venue Residensi Dan Project GTT Di Williamstown Dan Detroit, US

Lifepatch sebagai ThinkTank Indonesia bersama-sama dengan anggota ThinkTank dari Morocco terlibat dalam berbagai kegiatan dari diskusi, workshop, networking, dan berbagai aktivitas lainnya di dalam venue-venue aktivitas baik di kota Williamstown maupun di Detroit yang berjalan dari tanggal 12 Maret 2017 hingga 25 Maret 2017.

Climate Change Project di Williams College Museum of Art (WCMA) dan Williams College

Residensi di Williamstown – Massachusetts menjadi bagian dari GTT – "Climate Change" Project, sebuah project jangka panjang selama setahun dan terfokus pada issue-issue Perubahan Iklim yang merupakan kerjasama antara Ghana ThinkTank dan Williams College Museum of Art (WCMA).

Rangkaian Climate Change Project berawal dari kerjasama antara Ghana ThinkTank dan Williams College Museum of Art, dan sekelompok mahasiswa dari Williams College, dibentuk “Action Team” untuk mengumpulkan beragam tanggapan dan pertanyaan seputar climate change berdasar pertanyaan "How does Climate Change affect YOU?" terhadap masyarakat di Williamstown. Daftar pertanyaan yang didapatkan kemudian dikirimkan ke tim ThinkTank di Indonesia dan Morocco untuk didiskusikan dan dicari alternatif solusi yang mungkin dapat diterapkan di Williamstown. Berdasar hasil diskusi dan alternatif solusi dari ThinkTank Indonesia dan ThinkTank Morocco, dilakukan sebuah proses implementasi solusi selama masa studi musim dingin oleh "Action Team" dan pembangunan instalasi pameran di rotunda Williams College Museum of Art (WCMA). Proses panjang ini berpuncak pada pameran publik di rotunda Williams College Museum of Art (WCMA) yang menampilkan hasil proses kerja dan perumusan rancangan seluruh anggota Tim kolektif antara Ghana ThinkTank, WCMA, dan Tim Aksi mahasiswa Williams College.

Williams College Museum of Art (WCMA)

Williams College Museum of Art (WCMA), Williamstown, Berkshires, Massachusetts

Williams College Museum of Art (WCMA) merupakan sebuah Art Museum dari Williams College. Sebuah platform bagi kegiatan pembelajaran dan partisipasi secara aktif dalam proses berkesenian yang dinamis untuk memunculkan ide-ide dan pemikiran baru tentang seni, museum, dan dunia. Terletak di jantung kampus Williams College, WCMA menjadi penarik kegiatan yang berbasis pada etos kegiatan kolaborasi multidisipliner antar program studi untuk menghidupkan 14.000 buah koleksi karya seni yang terus bertambah. Museum dan koleksinya merupakan sebuah katalis bagi kegiatan pembelajaran siswa dan keterlibatan masyarakat.

WCMA dibentuk pada tahun 1926 oleh profesor sejarah seni bernama Karl Weston menggunakan bangunan yang di rancangan Thomas A. Tefft pada tahun 1846, sebuah bangunan yang awalnya berfungsi sebagai perpustakaan Williams College sebelum dipindahkan ke gedung Stetson pada tahun 1920. Weston merintis WCMA di bangunan bata segi delapan tersebut menjadi sebuah museum seni yang terbuka untuk umum dan menjadi ruang bagi para siswa Williams College untuk dapat bersentuhan langsung dengan dunia seni. Pada perkembangannya, Wetson menambahkan bangunan baru berbentuk T untuk memperluas ruang yang dapat digunakan sebagai galeri dan menambah ruang bagi WCMA untuk dapat terus menambah koleksi yang dimilikinya.

Zhilkha Center For Environmental Inisiatives, Williams College

Zhilkha Center For Environmental Inisiatives, Williams College

The Zhilkha Center For Environmental Inisiatives adalah lembaga yang terfokus pada kegiatan operasional Williams College dan berkaitan erat dengan kegiatan co-kurikuler keterlibatan siswa. Sebuah lembaga yang menjadi salah satu wujud komitmen dari William College untuk melestarikan dan meningkatkan kualitas lingkungan alam yang menjadi tempat bagi seluruh mahasiswa, dosen, staf, maupun masyarakat Williamstown melakukan kegiatan belajar, bekerja, dan aktivitas hidup keseharian. Dimana kontribusi terbesar dari Williams College yang diterjemahkan dalam Zhilkha Center adalah melalui proses pendidikan penelitian, penyelidikan, promosi, pelaksanakan program-program keberlanjutan dalam berbagai kegiatan operasional kampus dan pembelajaran inisiatif bagi para siswa yang nantinya akan berperan aktif dalam masyarakat sebagai ilmuwan, pengacara, investor, politisi, produsen, penulis, advokat, seniman, guru, orang tua, konsumen, dan warga negara.

Dalam menjalankan misinya, Zhilkha Center melakukan kerjasama dengan berbagai kelompok dari berbagai fakultas, staf, mahasiswa, hingga organisasi-organisasi lokal maupun nasional untuk memperdalam wawasan dan pemahaman tentang dampak terhadap sumber daya bumi dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan hingga ke masa depan dengan merencanakan berbagai program dan sistem pengelolaan Williams College sebagai sebuah kampus berkelanjutan. Hal tersebut diwujudkan salah satunya adalah dengan merumuskan berbagai keputusan maupun aksi nyata yang selalu memperhatikan keseimbangan antara aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Sedangkan Inti dari berbagai pendekatan yang dilakukan adalah ditekankannya definisi kata keberlanjutan yang mengandung arti sebagai kondisi terpenuhinya berbagai kebutuhan dari generasi masa kini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka.

'Whitmans’ Dining Hall, The Paresky Student Center, Williams College

'Whitmans’ Dining Hall, The Paresky Student Center, Williams College

The Paresky Center merupakan pusat kegiatan di Williams College yang dapat mewadahi berbagai aktivitas dan tempat bertemunya mahasiswa, dosen, staf, dan masyarakat Williamstown. Fasilitas ini terbagi menjadi beberapa bagian dan dalam setiap bagian memiliki ruang dengan berbagai fungsi, seperti belajar, makan, pergi ke kelas, bersantai, menonton film, bergaul, mengadakan pertemuan, maupun menyelenggarakan acara pertunjukan. Salah satu bagian yang cukup ramai dikunjungi hampir siapapun di Paresky Center adalah 'Whitmans’ Dining Hall yang berada di lantai dasar gedung Paresky Center. 'Whitmans’ Dining Hall adalah salah satu dari beberapa fasilitas penyajian makanan yang tersebar di Williams College. Tidak hanya sebagai fasilitas penyedia kebutuhan, Dining Hall adalah salah satu pendekatan yang dilakukan Williams College untuk menjalankan komitmennya pada pelestarian dan pengembangan kualitas lingkungan sebagai wujud kampus yang berkelanjutan, yaitu dengan menggunakan berbagai program maupun sistem yang terpadu dan ramah lingkungan semenjak proses penyediaan bahan makanan, pengolahan, penyajian, hingga pengaturan limbah secara mandiri.

Program penyediaan makanan dilakukan dengan mengadakan kerjasama dengan produsen pangan lokal sebagai penyedia bahan-bahan segar dan diproduksi secara lokal. Hal ini dilakukan salah satunya adalah untuk mengurangi dampak buruk terhadap kelestarian lingkungan dengan cara mengurangi timbulnya emisi akibat penyediaan jasa transporasi apabila menggunakan produk-produk dari luar daerah. Beberapa program lain yang dilakukan adalah Program Kontainer Reusable melalui penyediakan teknologi pembungkus yang mudah didaur ulang serta program penggunaan sistem pelacakan alur limbah makanan yang dilaporkan secara berkala sehingga membantu pelanggan untuk dapat mengurangi limbah makanan yang mungkin mereka timbulkan.

American Riad Project di The North End Oakland Avenue, Detroit, Michigan

Residensi di The North End Oakland Avenue – Detroit dilakukan sebagai bentuk kontribusi ThinkTank dari Indonesia dan Morocco dalam "American Riad" Project. Sebuah project kerjasama antara Ghana ThinkTank dengan The North End Woodward Community Organization (NEWCO), Oakland Avenue Artist Coalition (OAAC), dan masyarakat di North End – Oakland Avenue untuk membangun kembali tradisi di Oakland Avenue yang kaya akan sejarah budaya dan Black Arts di tengah gelombang gentrifikasi. Kerjasama ini dilakukan untuk merumuskan dan merancang sebuah model pemukiman warga yang terjangkau dan dibangun berlandaskan kekayaan seni dan budaya setempat, yaitu melalui menggubah sebuah ruang terbuka sebagai pengikat antara tiga bangunan yang terpisah menjadi satu kesatuan kawasan dan setiap bangunan memiliki fungsi yang saling berkaitan, yaitu pemukiman dan unit usaha kecil.

Pengembangan ruang terbuka sebagai pengikat antar bangunan dalam The American Riad project mengadopsi elemen arsitektur dalam budaya Islam dan Afrika melalui proses perencanaan yang dilakukan dengan cara berkerjasama dengan sekelompok seniman dari Morocco. Sebuah kerjasama yang juga dilakukan sebagai sebuah upaya untuk menepis anggapan akan Islam dan imigran Muslim sebagai ancaman bagi budaya dan keamanan Amerika Serikat. Para seniman sebagai partner ThinkTank dari Morocco tersebut merasa bahwa terjadinya berbagai permasalahan di Amerika Serikat salah satunya terbentuk oleh pola arsitektural yang banyak berkembang di Amerika Serikat dan menciptakan terjadinya isolasi sosial. Mereka mengamati bahwa konsep rumah keluarga tunggal yang banyak dikembangkan menciptakan pembatas antar rumah dan memisahkan penghuni dengan penghuni rumah lain. Sebaliknya, mereka menyatakan bahwa pola arsitektur pemukiman di Morocco memiliki keunikan berupa mendukung terciptanya budaya komunal dalam masyarakat – “You need to make your architecture more like ours – a Riad” – melalui sebuah halaman yang disebut Riad sebagai penghubung antar rumah secara visual maupun fisik. Selain kolaborasi seni dan pola desain arsitektur dalam perencanaan kompleks pemukiman yang mengelilingi sebuah halaman (Riad) sebagai ruang komunal, kompleks pemukiman "The American Riad" ini juga direncanakan akan didukung pemilihan jenis usaha yang tepat untuk dikembangkan dan dapat melayani kebutuhan masyarakat di wilayah the North End. Konsep kolaborasi dalam desain kompleks pemukiman "The American Riad" ini diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan penduduk untuk melestarikan sejarah North End sebagai Black creative district dan menjadi magnet aktivitas yang akan menghidupkan kembali wilayah pemukiman yang semula berupa bangunan kosong karena ditinggalkan oleh para penghuninya ini.

Sasaran utama dari project ini adalah terbentuknya sistem yang berkelanjutan dan terbagi menjadi 3 hal, yaitu:

  • Keberlanjutan secara kultural, yaitu tetap mempertahankan kekayaan lingkungan setempat akan keragaman demografi dan sejarah budaya
  • Keberlanjutan secara ekonomi, yaitu dikembangkannya framework yang menjamin kepemilikan lahan oleh penduduk setempat dan tetap terjangkau.
  • Keberlanjutan Lingkungan, yaitu merumuskan kembali struktur masyarakat sehingga dapat hidup secara mandiri, yaitu dengan membangun sebuah sistem yang memungkinkan kompleks bangunan yang dikembangkan dapat secara mandiri menyediakan makanan, energi dan air bagi penghuninya dan dapat meminimalkan ketergantungan kepada perusahaan eksternal maupun sistem finansial.

Selain berkerjasama dengan NEWCO, OAAC, dan masyarakat di North End, GTT juga mengembangkan jejaring kerjasama maupun sharing informasi dengan berbagai komunitas lain yang tersebar di wilayah Detroit.

Alt Space, Detroit

Reg Flower Alt Space, Detroit

Alt Space adalah project kultural yang dikembangkan oleh Reg Flowers dan berbasis pada pengembangan pola hidup berkelanjutan. Alt Space merupakan sebuah ruang yang dibentuk untuk mengembangkan masyarakat mandiri dengan di dukung sumber daya berkelanjutan yang dikelola secara independen. Serta menjadi ruang bagi Reg Flower untuk menyatukan para penghuni di lingkungan pemukiman di sekitar lokasi Alt Space, menyatukan berbagai organisasi atau komunitas dan bahkan siapapun yang bergerak dalam isyu-isyu keadilan sosial. The Alt Space merupakan project untuk mempromosikan sebuah model pengelolaan sumberdaya secara komunal untuk kepentingan bersama dan merumuskan bagaimana sebuah kuasa atau kekuatan dapat diproduksi maupun direproduksi. Hal ini dilakukan dengan menggunakan beberapa pendekatan dasar, yaitu pengembangan model komunitas yang memiliki ketahanan dan kepemilikan terhadap pola dan sistem penyediaan kebutuhan pangan, pengembangan cara-cara sebuah komunitas dalam berinteraksi dengan lingkungannya, hingga pengembangan cara-cara yang dapat dilakukan setiap anggota masyarakat dalam membentuk budaya komunal.

Boggs Center, Detroit

Bogg Center, Detroit

Boggs Center didirikan pada tahun 1995 oleh rekan kerja dan sahabat James Boggs (1919-1993) dan Grace Lee Boggs (1915-2015) untuk menghormati dan melanjutkan berbagai warisan mereka sebagai aktivist gerakan dan berbagai ilmu dan teori yang telah mereka rumuskan. Tujuan pendirian Boggs Center adalah untuk membantu para aktivis untuk mengembangkan diri menjadi para pemimpin yang isioner dan menjadi pemikir yang kritis. Sekaligus memiliki kemampuan untuk merencanakan berbagai strategi yang proaktif untuk membangun maupun menginspirasi masyarakat kalangan bawah hingga kalangan atas di kota maupun area pedesaan, memperlihatkan kekuatan ide dan gagasan untuk membentuk maupun mengubah diri sendiri, kualitas realitas kehidupan keseharian, maupun bagai pembentuk dan Tujuan kami adalah untuk membantu aktivis akar rumput mengembangkan diri mereka menjadi pemimpin visioner dan pemikir kritis yang dapat merancang strategi proaktif untuk membangun kembali dan respiriting kota-kota dan masyarakat pedesaan kita dari bawah ke atas, menunjukkan kekuatan gagasan dalam mengubah diri kita, realitas kita, dan memperjelas makna dari kepemimpinan. Sedangkan para anggota dari Boggs Center merupakan para aktivis yang terlibat dalam berbagai kegiatan pengembangan komunitas dan masyarakat, seperti pengembangan kepemimpinan pada anak-anak muda, pertanian urban, keadilan lingkungan dan banyak lagi lainnya.

Affirming Love Ministries, Detroit

Affirming Love Ministries, Detroit

Affirming Love Ministry (ALM) adalah sebuah pelayanan yang didirikan pada tahun 2011 oleh pendeta Laverne Simpson, yaitu sebuah bentuk program parenting bagi para remaja dan anak-anak muda yang telah menjadi orang tua tunggal (single parent). Semenjak awal didirikan, ALM bertujuan untuk melakukan pelayanan bagi siapapun dengan beragam latar belakang tidak hanya terbatas pada satu komunitas berbasis satu kepercayaan tertentu, hingga memberikan pelayanan kepada para pasangan sesama gender.

Hingga pada akhirnya, pada tahun 2013, ALM mendapatkan sebuah gedung untuk kemudian difungsikan sebagai Gereja dan pusat pelayanan yang terletak di Aokland Avenue, Detroit, meskipun sempat terhalang oleh suatu permasalahan yang mengancam ALM akan kehilangan hak kepemilikannya akan gedung tersebut. Namun, setelah permasalahan itu dapat teratasi, gereja ALM menjadi pusat aktivitas dan kegiatan pelayanan yang berbasis pada penciptaan suasana penuh kasih untuk meningkatkan kualitas kehidupan bagi setiap umatnya bersama dengan keluarga, teman, dan komunitas mereka.

Kegiatan Residensi Lifepatch Di Williamstown Dan Detroit, United States

Residensi atau kunjungan Lifepatch di Williamstown dan Detroit dilakukan selama 14 hari semenjak 12 Maret 2017 hingga 26 Maret 2017. Dalam program residensi ini, GTT mengundang Lifepatch sebagai ThinkTank dari Indonesia yang diwakili oleh "Timbil" Agus Tri Budiarto, "Wawies" Wisnu Wisdantio, dan Agung "Geger" Firmanto bersama-sama dengan beberapa anggota ThinkTank dari Morocco yang diwakili oleh Nadia Elaattar, Mariam Ait Oufkir, dan Mehdi Ghinati. Selain itu, ThinkTank Indonesia dan Morocco bekerja sama dengan Tim Ghana ThinkTank, Tim Aksi yang terdiri dari Mahasiswa Williams College, Williams College Museum Of Art, The North End Woodward Community Organization, Oakland Avenue Artist Coalition, dan masyarakat di North End – Oakland Avenue dalam rangka bersentuhan langsung dengan kondisi lingkungan maupun kehidupan sosial masyarakat setempat, serta membantu mewujudkan solusi yang ditawarkan dari hasil diskusi kelompok ThinkTank di tempat terjadinya permasalahan itu.

Serial Kegiatan Lifepatch Di Williamstown

Beberapa kegiatan yang dilakukan di Williamstown menjadi bagian dari keseluruhan proses kegiatan dalam Climate Change Project di Williamstown, Berkshire, yaitu kelanjutan dari proses panjang yang telah dilakukan oleh Ghana ThinkTank (GTT), Williams College Museum of Art (WCMA), dan “Action Team” kelompok mahasiswa dari Williams College, yaitu kegiatan mengumpulkan permasalahan di Berkshire County dan kemudian dibahas dan dirumuskan alternatif solusi yang bisa diterapkan oleh ThinkTank Indonesia dan ThinkTank Morocco di negaranya masing-masing. Berdasar beberapa solusi yang ditawarkan, team GTT, WCMA, dan Action Team membangun dan merumuskan berbagai aksi yang dilakukan di wilayah WIlliamstown dan Instalasi Climate Change Project di WCMA.

Kegiatan residensi ThinkTank Indonesia dan Morocco ini merupakan kelanjutan dari proses panjang yang telah dilakukan tersebut, yaitu berupaya untuk membantu menerapkan dan mengimplementasi beberapa alternatif solusi di Williams College. Selama berada di Williamstown yang dimulai dari 12 Maret 2017 hingga 18 Maret 2017, berbagai kegiatan yang dilakukan meliputi aktivitas sesi diskusi, diskusi panel, hingga aktivitas workshop. Sebagian besar kegiatan dilakukan di beberapa venue utama di Williams College, yaitu di Williams College Museum Of Art, Zhilkha Center For Environmental Inisiatives dan 'Whitmans’ Dining Hall di Paresky Student Center. Disamping itu, juga dilakukan beberapa kegiatan diskusi ringan antara GTT, WCMA, Action Team dan ThinkTank Indonesia dan Morocco yang dilakukan di beberapa lokasi yang tersebar di Williamstown.


"Climate Change" Talk di Williams College Museum Of Art

Poster Publikasi Ghana ThinkTank "Talk" di Williams College Museum Of Art

Sebuah diskusi panel diselenggarakan oleh Ghana ThinkTank dan Williams College Museum Of Art sebagai bagian dari Climate Change Project di WCMA. Simposium ini memperkenalkan praktik-praktik yang dilakukan oleh ThinkTank Indonesia dan ThinkTank Morocco berhubungan dengan issue perubahan cuaca, dan relasinya dengan proses anggota ThinkTank dalam diskusi dan perumusan alternatif solusi bagi berbagai permasalahan yang telah dikumpulkan oleh "Action Team" di Williamstown. Pelaksanaan Climate Change Talk dilakukan di Williams College Museum Of Art pada tanggal 13 Maret 2017.

Panelist dalam diskusi ini adalah:

  • Terence Washington (Action Team)
  • Christopher Robbins (Ghana ThinkTank)
  • Sonnet Coggins (WCMA)
  • Timbil BUDIARTO (Lifepatch/ThinkTank Indonesia)
  • Agung GEGER (Lifepatch/ThinkTank Indonesia)
  • Wisnu WAWIES (Lifepatch/ThinkTank Indonesia)
  • Nadia Elaattar (ThinkTank Morocco)
  • Mariam Ait Oufkir (ThinkTank Morocco)
  • Mehdi Ghinati (ThinkTank Morocco)


BYOC Reception

Sebuah acara gathering sederhana sebagai kelanjutan dari panel "Climate Change" Talk untuk memberi ruang bagi seluruh peserta panel saling bertemu dan berinteraksi satu sama lain dengan lebih nyaman. Selain itu, acara tersebut juga menjadi salah satu bentuk penerapan dari alternatif solusi yang ditawarkan oleh ThinkTank Indonesia dan Morocco dalam menjawab salah satu permasalahan di Williamstown, yaitu menjawab permasalahan tentang sampah yang timbul akibat budaya minum. Dimana acara tersebut dilaksanakan dengan membawa sebuah ide sederhana BYOC atau "Bring Your Own Cup" dan peserta diharapkan membawa alat minumnya sendiri-sendiri dan mengambil minuman yang telah disediakan dalam wadah tunggal, sehingga tidak terjadi sampah akibat digunakannya wadah minuman sekali pakai seperti cup styrofoam, maupun botol dan kaleng minuman. Pelaksanaan acara BYOC Reception dilakukan di ruang Rotunda WCMA pada tanggal 13 Maret 2017.


Serial Pertemuan Plan Action Discussion

Plan Action Discussion adalah sebagian dari rangkaian kegiatan persiapan untuk mewujudkan beberapa aksi yang akan dilakukan oleh action team di Williams College. Aksi-aksi tersebut merupakan salah satu bentuk dari implementasi atau penerapan dari beberapa alternatif solusi dari ThinkTank Indonesia dan ThinkTank Morocco terhadap berbagai permasalahan yang terjadi di WIlliamstown. Serial diskusi dilakukan antara action team bersama ThinkTank Indonesia dan Morocco, GTT dan WCMA dengan maksud untuk menjaring beberapa ide yang mungkin dapat diterapkan dalam pelaksanaan setiap aksi, dimana aksi-aksi tersebut terbagi menjadi 3 aksi utama, yaitu Labeling and Meal of the Future, Rebranding Climate Change, dan Parking Day/Odometer Freeze. Pelaksanaan serial pertemuan dilakukan dari tanggal 14 Maret - 16 Maret 2017 di berbagai tempat yang tersebar dari The Log - Williamstown, Rotunda di WCMA, hingga di Ruang Duduk lantai 2 Paresky Student Center.

  • Labeling and Meal of the Future adalah aksi yang dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran pada siswa-siswa di WIlliams College terhadap kondisi lingkungan melalui aktivitas keseharian yang dilakukan para siswa, yaitu budaya dalam mengkonsumsi makanan maupun minuman. Tujuan pelaksanaan aksi tersebut adalah meningkatnya pengetahuan para siswa maupun staff William College akan dampak-dampak positif maupun negatif dari setiap produk makanan maupun minuman yang dikonsumsi.
  • Rebranding Climate Change adalah aksi yang akan dilakukan untuk merumuskan kembali issue perubahan iklim yang selama ini tidak banyak mendapat perhatian ketika tidak banyak orang yang merasakan dampak dari issue-issue tersebut secara langsung. Tujuan pelaksanaan aksi tersebut adalah untuk memperlihatkan issue-issue perubahan iklim sebagai issue yang lebih bisa diterima melalui rebranding dengan berbagai issue-issue yang lebih bisa diterima karena berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari yang mudah dimengerti oleh siapapun dan dimanapun.
  • Parking Day/Odometer Freeze adalah aksi yang dilakukan untuk menurunkan budaya masyarakat dalam mempergunakan moda transportasi kendaraan bermotor yang mulai terlalu intens dan selalu dipergunakan bahkan untuk menempuh jarak sangat dekat sekalipun. Tujuan pelaksanaan aksi tersebut adalah untuk menumbuhkan kembali kegiatan-kegiatan di ruang-ruang publik yang akan menarik bagi siapapun untuk beraktivitas didalamnya secara personal maupun komunitas sehingga secara perlahan mulai mempergunakan moda transportasi kendaraan bermotor hanya ketika benar-benar dibutuhkan


Food Fermentation Workshop - Tempe Making di Zhilkha Center

Workshop fermentasi makanan sebagai praktik sederhana rekayasa biologi yang dilakukan melalui pembuatan Tempe, yaitu makanan populer dari Indonesia yang berasal dari fermentasi kedelai dan banyak dipraktekkan penduduk lokal sebagai salah satu strategi pengolahan makanan yang berkelanjutan. Tempe terkenal karena memiliki rasa yang unik dan kaya protein yang sebanding dengan sumber hewani. "Tempe" cukup dekat dengan "NATO" yang terdapat di Jepang, yaitu menggunakan kedelai sebagai bahan utama. Perbedaannya terletak pada mikroorganisme yang terlibat dalam proses produksi; "NATO" menggunakan bakteri bacillus sementara Tempeh menggunakan Rhizopus Fungi. Workshop ini bertujuan untuk belajar bersama bagaimana membuat Tempe dengan menggunakan teknik fermentasi solid (Solid State Fermentation), sebuah teknik fermentasi yang sangat umum di negara-negara Asia. Workshop dilakukan sebagai bagian dari sharing pengalaman budaya dan tradisi lokal di Indonesia dalam teknik-teknik pengolahan makanan berkelanjutan kepada siswa di Williams College dan siapapun yang tertarik. Pelaksanaan pengenalan dan workshop pembuatan tempe dilakukan di Dapur di Zhilkha Center For Environmental Inisiatives - Williams College pada tanggal 14 Maret 2017.


Aksi Labeling And Meal Of The Future

Label sebagai intervensi di dalam aksi Labeling And Meal Of The Future

Labeling And Meal Of The Future adalah salah satu aksi yang diselenggarakan oleh Action Team yang didasari beberapa alternatif solusi dari ThinkTank Morocco dan Indonesia untuk menjawab permasalahan sampah di Wiliamstown. Aksi dilakukan dengan memperlihatkan bahwa setiap proses penyediaan makanan akan memberi dampak tersendiri pada lingkungan dan bagaimana kebiasaan setiap orang ketika mengkonsumsi makanan tersebut. hal ini dilakukan oleh action team untuk memupuk kesadaran setiap orang akan berbagai dampak baik positif maupun negatif yang mungkin terjadi dari aktivitas keseharian manusia ketika mengkonsumsi produk makanan maupun minuman.

Dalam aksi yang dilakukan, action team bersama ThinkTank Indonesia, Thinktank Morocco, Ghana Thinktank Dan WCMA melakukan intervensi dengan meletakkan beberapa info sheet di setiap meja makan dan di beberapa vending machine di seputar 'Whitmans’ Dining Hall di dalam The Paresky Student Center. Intervensi dilakukan dengan memberikan info-info seputar produk tersebut baik dampak positif maupun dampak negatif yang mungkin terjadi, sehingga mengusik kesadaran para pembeli atau konsumen akan dampak yang mungkin terjadi setiap kali mereka membeli produk tersebut. Aksi labelling and meal of the future dilakukan di 'Whitmans’ Dining Hall di The Paresky Student Center - Williams College pada tanggal 16 Maret 2017.


Woodworking Workshop

Lifepatch mendapat kesempatan untuk ikut serta dalam Woodworking Workshop yang dibawakan oleh Mehdi Ghinati, artis Morocco yang banyak bekerja dengan pengolahan kayu sebagai material utama dari berbagai karya-karyanya. Dalam workshop ini, Mehdi memperlihatkan berbagai hal yang sangat berpengaruh dalam pengolahan kayu, antara lain cara-cara penggunaan alat dan menjelaskan karakteristik setiap jenis kayu. Pelaksanaan Woodworking workshop dilakukan di 'Whitmans’ Dining Hall di The Paresky Student Center - Williams College pada tanggal 16 Maret 2017.


Presentasi ThinSlice Climate Change / River Project

Problem dan alternatif solusi yang ditawarkan Lifepatch/ThinkTank Indonesia dalam GTT - Climate Change Project

Presentasi Thinslice Climate Change adalah salah satu bentuk alternatif solusi berupa motede yang ditawarkan untuk menjawab salah satu problem dalam Climate Change Project yang telah dikumpulkan action Team dari penduduk di Williamstown. Berdasar pengalaman yang telah ditemui oleh Lifepatch adalah kesulitan yang didapatkan untuk mengajak orang lain dalam membahas issue-issue lingkungan ketika orang-orang tersebut tidak merasakan langsung imbas dari issue-issue tersebut dalam kehidupan mereka. Dalam hal ini, upaya yang dilakukan adalah dengan mengajak untuk melakukan hal-hal lain yang memiliki skala lebih kecil dan bersentuhan langsung dengan kehidupan keseharian mereka, dengan tujuan untuk mendekatkan mereka pada problematika keseharian mereka dan mengaitkannya dengan issue-issue lingkungan dengan skala yang lebih besar.

Sebagai contoh metode yang telah dilakukan adalah dengan mempresentasikan praktek-praktek dalam berbagai project yang telah dilakukan Lifepatch, salah satunya adalah kegiatan kolektif dari anggotanya yang memiliki beragam latar belakang pendidikan dan kegiatan berbasis minat mereka masing-masing yang kemudian menjadi dasar dari beragam kegiatan kolektif yang telah dilakukan Lifepatch selama ini, salah satunya adalah Jogja River Project.

Pelaksanaan Presentasi Thinslice Climate Change dilakukan di Ruang Baca di Williams College Museum Of Art pada tanggal 17 Maret 2017.


Aksi Parking Day/Odometer Freeze

Aksi parking day/Ordometer Freeze adalah aksi yang dilakukan oleh GTT, WCMA, dan Action Team siswa Wiiliams College untuk menjawab permasalahan tentang semakin meningkatnya budaya menggunakan moda transportasi pribadi di Williamstown, bahkan untuk menempuh jarak yang sangat dekat sekalipun. Berdasar hasil Pertemuan Plan Action Discussion, aksi Parking Day/Ordometer freeze dikembangkan dengan memasukkan ide lain untuk mereduksi keinginan masyarakat dalam menggunakan moda transportasi kendaraan bermotor, yaitu dengan menciptakan ruang-ruang aktivitas sebagai magnet di ruang-ruang publik yang akan mengajak orang untuk sekedar berhenti.

Konsep yang ditawarkan adalah dengan menggunakan budaya di Indonesia, khususnya budaya di Jawa yang disebut dengan istilah "Mampir" atau sekedar berhenti ditengah perjalanan untuk melakukan hal lain yang belum tentu berkaitan langsung dengan tujuan utama perjalanan itu sendiri. Hal ini ditawarkan untuk mencoba melakukan intervensi terhadap pola sebuah pergerakan yang berdasar pengamatan di Williamstown lebih terpaku pada pencapaian dari titik asal menuju ke titik tujuan dengan cara paling cepat dan efisien yang kemudian menyebabkan semakin berkurangnya interaksi sosial di ruang-ruang publik. Sehingga konsep "Mampir" diadopsi sebagai sebuah bentuk intervensi pada pola pergerakan dalam keseharian masyarakat di WIlliamstown, yaitu dengan memunculkan magnet-magnet kegiatan di sepanjang jalur-jalur sirkulasi akan membuat masyarakat berkeinginan untuk sekedar berhenti dan keluar dari jalur pergerakan mereka dan meningkatkan waktu untuk bersosialisasi dengan orang lain di jalur yang biasanya hanya mereka lewati. Harapan dari aksi ini adalah mengajak penduduk di Williamstown agar sekedar berhenti di jalan, keluar dari moda transportasi yang mereka gunakan, dan kemudian bertemu dengan orang-orang lain untuk bersosialisasi.

Aksi ini dilaksanakan pada tanggal 4 Mei 2017 oleh GTT, WCMA, dan Action Team siswa Wiiliams College dengan dibuatnya beberapa magnet kegiatan di tiga lokasi yang berbeda di sepanjang jalan Spring street sebagai salah satu jalur utama di kota WIlliamstown.

Dokumentasi Acara Aksi Parking Day/Odometer Freeze Dalam Facebook Live yang dibuat oleh Nina Pelaez – Courtessy of Action Team, Ghana ThinkTank dan Williams College Museum Of Art


Serial Kegiatan Lifepatch Di Detroit

Tim Perjalanan darat selama 10 jam antara Williamstown dan Detroit

Residensi Lifepatch berlanjut ke kota Detroit untuk turut serta dalam pengembangan "American Riad" Project di North End Oakland Avenue – Detroit. Berangkat dari kota Williamstown pada tanggal 17 Maret 2017, perjalanan ke kota Detroit ditempuh melalui jalur darat selama 10 jam dan diikuti oleh Team GTT, Team Thinktank Indonesia - Morocco, Terence Washington (Action Team), Sonnet Coggins (WCMA), serta 5 orang siswa Williams College yang tergabung dalam team riset "Oral History", yaitu Dalia Luque, Neftaly Lara, Rebeca Rodríguez, Borivoje Vitezovic, dan Anqi Tang.

Dalam proses residensi yang akan berlangsung semenjak tanggal 18 maret sampai dengan tanggal 24 Maret 2017 ini, Team Thinktank Indonesia dan Morocco akan lebih banyak ikut serta dalam proses pembangunan salah satu bangunan di kompleks American Riad selain berusaha mengenal lebih dalam tentang kota Detroit dan sejarah kota tersebut. Sebagai salah bentuk kerja kolektif, Team Thinktank Morocco akan mempersiapkan pembuatan penutup Gable dari kayu dengan ukiran kaligrafi "Iqra", Team Thinktank Indonesia akan mempersiapkan jaringan instalasi filtrasi air untuk melengkapi sistem penangkap air hujan yang akan menjadi salah satu sumber air bersih di kompleks American Riad, sedangkan team riset "Oral History" akan melakukan riset terhadap beberapa tokoh dan kehidupan mereka di North End.

Selain aktifitas yang sebagian besar akan dilakukan di lokasi American Riad, beberapa kegiatan lain seperti pengenalan terhadap sejarah kota Detroit, berkesempatan untuk bertemu dengan komunitas maupun organisasi setempat, aktivitas pertemuan dan diskusi, hingga aktivitas workshop akan dilakukan selama proses residensi di berbagai tempat lain yang tersebar di Detroit. Tempat-tempat tersebut antara lain adalah Bogg Centre dan Alt Space.


Detroit Tour bersama Boggs Center, Detroit

Lingkungan Di sekitar Boggs Center, Detroit

Pada tanggal 21 Maret 2017, Lifepatch bersama seluruh peserta residensi Ghana ThinkTank di "American Riad" mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Detroit Tour bersama Boggs Center dengan diwakili oleh Richard Feldman yang sekaligus memandu seluruh kegiatan tour.

Tour dimulai dengan mengunjungi Elmwood Cemetery, tempat terjadinya perlawanan penduduk lokal dari berbagai suku yang dipimpin oleh Kepala Suku Pontiac pada masa pendudukan Inggris di abad 18. Sebuah awal yang dipilih Ricard untuk memberi gambaran bahwa perlawanan terhadap penindasan ataupun pembentukan budaya baru di Detroit telah terjadi bahkan semenjak masa silam. Tour berlanjut ke Packard Plant, sebuah industri raksasa dan simbol puncak kejayaan kapitalisme di Amerika. Richard Feldman menyebutnya sebagai tonggak penanda kelahiran “The American Dream” di bidang ekonomi yang membawa Detroit sebagai salah satu kota paling maju di Amerika Serikat yang menarik siapapun untuk datang, tinggal dan bekerja. Namun kemudian Richard menambahkan bahwa pada akhirnya kota ini juga menyandang sebutan “The Pain Of The Dream” ketika industri raksasa itu akhirnya tutup di tahun 1955 yang kemudian mengubah hampir setiap jengkal wajah Detroit menjadi kota kosong dan penuh puing akibat ditanggalkan penduduknya. Akan tetapi, perubahan di hampir seluruh sendi kehidupan di Detroit tersebut juga dipercaya sebagai akhir dari masa kapitalis dan menandai masa baru yang ditandai tumbuh suburnya nilai-nilai humanis, kesetaraan, kebebasan, dan keadilan sosial dalam masyarakat. Secara perlahan masyarakat membangun kekuatannya sendiri dan melakukan perubahan dengan berkarya bersama dalam berbagai bentuk, dan Tour ini memberi kami berkesempatan untuk mengunjungi beberapa diantaranya, yaitu Avalon Café, C.A.N. Art and Handworks, dan komunitas Feedom-Freedom Growers.

Avalon Café merupakan salah satu bagian dari industri dengan penekanan pada penyediaan makanan sehat yang dikelola berbasis komunitas bernama The Avalon International Bakery dan memiliki jaringan cukup kuat dengan gerakan urban agriculture. C.A.N. Art and Handworks adalah sebuah ornamental metal handcrafting workshop yang di dirikan oleh Carl Nielbock. Didalam workshop ini, Carl mengumpulkan sampah-sampah metal yang ditinggalkan di penjuru Detroit untuk kemudian diolah menjadi sebuah karya baru. Komunitas Feedom-Freedom Growers adalah sebuah kolektif orang-orang yang berupaya untuk melakukan perubahan terhadap lingkungan dan pola hidupnya, yaitu dengan mengelola sumber daya lingkungannya secara mandiri untuk menopang kehidupan mereka sehari-hari dengan lebih baik tanpa harus tergantung dengan sistem yang mengikat. Dimana mereka mulai mengubah gaya hidup mereka yang semula tergantung dengan pekerjaan dan saran pendukung lainnya yang mereka sadari bahwa tidak akan kembali sesuai harapan dan tidak akan mencukupi kebutuhan mereka lagi, maka mereka mulai berupaya mengendalikan pola konsumsi dan ekonomi melalui pertanian urban untuk menumbuhkan produk mereka sendiri.

Tour ini sendiri pada akhirnya ditutup dengan perbincangan tentang berbagai gerakan yang di rintis oleh James dan Grace Lee Boggs yang akhirnya menginspirasi berbagai gerakan-gerakan perubahan yang dimulai dari komunitas sebagai bagian dari masyarakat dan bagaimana kelompok-kelompok kolektif terbentuk di Detroit menjadi salah satu pusat pusaran pembaharuan yang ikut mewarnai wajah Detroit di masa sekarang.

Dokumentasi Acara Aksi Detroit Tour Dalam YouTube Vlog yang dibuat oleh Reg Flower – Courtessy of Reg Flower


Water Filtration Workshop

Water Filtrasi Workshop untuk memperkenalkan praktik-praktik sederhana dalam pengelolaan dan rekayasa lingkungan yang dilakukan melalui pembuatan filter air sederhana dalam skala rumah tangga. Filter air adalah alat untuk membantu melakukan rekayasa terhadap kondisi fisik air dengan kualitas pencemaran sedang seperti keruh karena lumpur ataupun air yang berbau namun bukan ditimbulkan oleh pencemaran akibat zat berbahaya agar dapat kembali menjadi air bersih dan sehat yang layak untuk dikonsumsi dengan cara alami dan sederhana. Workshop ini menjadi bagian dari cara untuk menjawab permasalahan penyediaan air bersih di permukiman Oakland Avenue. Dimana dalam hal ini, akibat kurangnya kualitas pelayanan air bersih dan semakin mahalnya biaya yang harus dikeluarkan oleh kebanyakan penduduk di area ini menyebabkan perlu adanya penyediaan air bersih dari sumber alternatif, yaitu dari air sumur maupun air hujan. Sehingga perlu dilakukan rekayasa untuk mengubah kondisi fisik air dari sumber-sumber tersebut menjadi air bersih yang lebih layak untuk dikonsumsi.

Workshop filtrasi air sederhana ini dilakukan pada tanggal 23 Maret 2017 di 2 lokasi yang berbeda dengan peserta yang juga berbeda, yaitu di lokasi American Riad yang terletak di North End Oakland Avenue dan di gereja Affirming Love Ministries (ALM).


Woodworking dan Pembuatan Filtrasi Air di "The American Riad" Site

Selama berada semenjak tanggal 18 maret sampai dengan tanggal 24 Maret 2017 di kota Dertroit, seluruh peserta residensi Ghana ThinkTank di "American Riad" berkarya untuk ikut andil dalam renovasi salah satu bangunan di kompleks American Riad. Sebagai salah bentuk kerja kolektif, Team Thinktank Morocco mempersiapkan pembuatan penutup Gable dari kayu dengan ukiran kaligrafi "Iqra". Sedangkan Lifepatch sebagai Team Thinktank Indonesia mempersiapkan jaringan instalasi filtrasi air untuk melengkapi sistem penangkap air hujan yang akan menjadi salah satu sumber air bersih di kompleks American Riad.

Dokumentasi Acara Pembangunan The American Riad Dalam YouTube Vlog yang dibuat oleh Reg Flower – Courtessy of Reg Flower


Theater Of The Oppressed Workshop

Lifepatch mendapat kesempatan untuk ikut serta dalam Theater Of The Oppressed Workshop yang dibawakan oleh Oral History Team dan Reg Flower pada tanggal 24 Maret 2017 di Affirming Love Ministry (ALM) Curch. Semenjak 2009, Reg Flower telah menjadi seorang Praktisi Theater of the Oppresed, bekerja sama dengan Laboratorium Theater of the Oppresed, Theater of the Oppresed New York, Julian Boal dan praktisi lainnya dari seluruh dunia. Theatre of the Oppressed (TO) merupakan bentuk teater yang dikembangkan semenjak tahun 1970an oleh praktisi teater dari Brasil bernama Augusto Boal yang dipengaruhi oleh karya pendidik dan teoritik Paulo Freire. Teknik Boal menggunakan teater sebagai sarana untuk mempromosikan perubahan sosial dan politik. Dalam Theater Of The Oppressed, penonton ikut aktif dalam seluruh proses, mempertunjukkan, menganalisis dan ubah realitas berdasar kehidupan mereka sehari-hari. Dalam kesempatan kali ini, Lifepatch bisa ikut serta dalam Theater Of The Oppressed Workshop yang telah dilakukan selama beberapa hari oleh Reg Flower dan Oral History team yang terdiri dari beberapa siswa Williams College, dan Lifepatch berkesempatan untuk ikut serta dalam beberapa teknik yang ditawarkan, antara lain The Knot dan Complete the image


Serial Pertemuan Dalam ALM Dinner

ALM dinner adalah salah satu rangkaian kegiatan yang dilakukan di Gereja Affirming Love Ministries sebagai bagian dari kerjasama yang telah terjalin antara Ghana ThinkTank dan ALM semenjak 2014. Dalam kegiatan yang dilakukan setiap hari ini, Lifepatch memiliki kesempatan untuk bertemu dengan beragam komunitas maupun penduduk lokal di North End untuk saling berbagi cerita dan pengalaman.

Referensi Dan Pranala Luar

Dokumentasi kegiatan di Website

Dokumentasi kegiatan dalam Media

Pranala lain