Pengolah Sinyal

From Lifepatch - citizen initiative in art, science and technology
Jump to: navigation, search

Pengolah Sinyal adalah sebuah proyek pertunjukan seni bermain bunyi dengan media instrumen elektronik yang diinisiasi oleh Lintang Radittya. Acara ini diselenggarakan oleh Jogja Noise Bombing bekerja sama dengan Kedai Kebun Forum dan Lifepatch.

Poster Publikasi Pengolah Sinyal, didesain oleh Adhari Donora

Deskripsi Acara

Pengolah Sinyal adalah sebuah proyek pertunjukan seni bermain bunyi dengan media instrumen elektronik yang diinisiasi oleh Lintang Radittya pada bulan April 2015. Pertunjukan ini menampilkan sebuah presentasi dalam bentuk pertunjukan musik baik secara individual maupun kolaboratif dan pameran instrumen bunyi yang mengundang para penonton untuk memainkannya. Agenda utama dalam acara ini adalah sebuah presentasi dari Lintang Radittya mengenai Javanese Modular, sebuah instrumen bunyi elektronik dalam bentuk Modular Synthesizer hasil kreasinya. Dalam mempresentasikan karyanya ini, Lintang akan menampilkan pertunjukan solo menggunakan Javanese Modular dan juga sebuah kolaborasi dengan musisi dan seniman lainnya. Pertunjukan ini mencoba untuk menawarkan opini lain dari penggunaan DIY Synthesizer hanya semata untuk penghasil bunyi noise dengan membangun sebuah komposisi bersama melalui pertunjukan yang ditampilkan. Pertunjukan ini akan menitikberatkan pada proses penciptaan komposisi dan perpaduan bunyi dengan menggunakan instrumen Javanese Modular sebagai inti dari instrumen yang digunakan oleh penampil.

Detail Acara

Acara pertunjukan berlangsung pada:

  • Hari/Tanggal: Sabtu, 25 April 2015
  • Waktu: 19.00 - 22.00 WIB
  • Tempat: Kedai Kebun Forum Lt. 2
  • Alamat: Jl. Tirtodipuran no. 3 Yogyakarta Indonesia 55143
  • Tiket: Donasi sukarela

Javanese Modular

Javanese Modular adalah sebuah instrumen bunyi elektronik dalam bentuk Modular Synthesizer hasil kreasi Lintang Radittya. Berikut dibawah ini penjelasan Lintang mengenai Javanese Modular.

Abstrak

Prasaja lan sabar (sederhana dan bersabar), menjadi salah satu cara “nglakoni hidup ala orang Jawa". Sederhana, berarti tidak memaksakan diri dan sabar adalah mau memberi waktu hingga kebaikan akan datang, 2 hal inilah yang menjadi otak dasar dari karya ini. Bgganyi bisa tercipta dari sesuatu yang sederhana dan tidak “ndakik ndakik” dan bunyi butuh kesabaran untuk menyusunnya.

Deskripsi

Komposisi bunyi tidak hanya terbentuk dari struktur nada dan suara, tetapi voltage (voltase) yang tersusun secara sistematis juga mampu digunakan sebagai cara mengkomposi. Pengolah Bunyi merupakan proyek presentasi karya seni berbasis electronic art dan sound art. Dalam pelaksanaan presentasinya dipilih bentuk “Pameran Suara” yang di format dalam bentuk showcase berdurasi pendek. Pada proyek pertama Pengolah Bunyi, akan mempresentasikan, Javanese Modular. Sebuah proyek instalasi sound art berupa modular synthesizer.

Javanese modular adalah karya seni yang diinisiasi oleh Lintang Radittya selama kurang lebih 3 tahun (2012 – 2015) dan dilakukan beberapa kembali beberapa revisi sistem hingga 2015. Pola presentasi yang akan dilakukan adalah Live Patching dan Modular Ensemble yang akan dilakukan langsung dengan para kolaborator. Live Patching adalah proses membangun komposisi secara langsung menggunakan koneksi antar modul diatas modular, sehingga diperoleh komposisi bunyi (musik). Modular Ensemble adalah presentasi grup dari 5orang kolaborator, menggunakan modular, sehingga menciptakan komposisi bunyi elektronis.

Lintang Radittya

Lintang Radittya memainkan prototipe Javanese Modular

Biografi

Lintang Radittya (Yogyakarta,18 Januari 1981) adalah seniman multidisiplin yang menekankan proses berkeseniannya pada seni interaktif, elektronika dan seni pertunjukan. Sejak 2011 dia mendirikan KENALI RANGKAI PAKAI, sebuah proyek pengembangan dan pemasyarakatan DIY synthesizer di Indonesia, dan pada tahun 2013 menginiasi SYNTHESIA-ID, sebuah proyek yang berusaha mendokumentasikan secara aktif perkembangan DIY synth dan synth culture di Indonesia. Pada tahun 2014, bergabung dalam Sewon Foodlabs, bersama Agus Tri Budiarto, Cindy Lin dan Krisna. Saat ini masih aktif juga bekerja dalam seni pertunjukan terutama kerja artistik (lighting design dan scenary) untuk berbagai pertunjukan.

Referensi dan Pranala Luar

Kolaborator

Budi Prakosa

Budi Prakosa

Budi Prakosa adalah seorang programmer, VJ dan salah satu pendiri lifepatch.

Biografi

Budi ‘Iyok’ Prakosa adalah seorang programmer otodidak yang menjelajahi berbagai kemungkinan dalam pemrograman kreatif. Dia memulai proyek sebagai Video Jockey (VJ) dengan nama 'manticore' pada tahun 2009, menggabungkan pemrograman interaktif dengan visualisasi data grafis. Dia memiliki latar belakang di bidang teknik industri dan memiliki ketertarikan dalam bidang citra dan pengolahan suara, video jockey, seni generatif, pembelajaran mesin, algoritma, data mining, Artificial Intelligence (AI) dan kolaborasi antara sains dan seni. Saat ini dia bekerja pada pengembangan urbancult.net - sebuah dokumentasi pemetaan visual online pada seni jalanan, dan lifepatch.org inisiatif warga dalam seni, ilmu pengetahuan dan teknologi

Referensi dan Pranala Luar

Andreas Siagian

Foto Profil Andreas Siagian

Andreas Siagian adalah salah satu pendiri dan anggota aktif lifepatch.

Biografi

Andreas Siagian adalah seorang seniman lintas disiplin dengan latar belakang pendidikan formal sebagai insinyur sipil lulusan Atma Jaya Yogyakarta. Awal ketertarikannya pada praktik interdisiplin bermula ketika dia masih kuliah, dimana dia mempelajari bahasa pemrograman dan membuat sebuah piranti lunak yang berguna dalam perhitungan dan perencanaan desain geometrik jalan raya. Praktiknya berkembang seiring waktu mulai dari pemrograman kreatif dalam citra dan bunyi, elektronik berbasis swakriya, pembuatan patung bunyi dan instalasi hingga instrumen bunyi. Aktivitasnya berfokus pada komunitas kreatif, pendidikan alternatif, kebudayaan swakriya/komunal dan kolaborasi interdisipliner. Sejak tahun 2004, dia bekerja dengan inisiatif-inisiatif berbasis komunitas dan menciptakan berbagai macam instalasi, lokakarya serta menyelenggarakan acara maupun festival di Indonesia. Dia juga merupakan salah satu seniman dalam proyek The Instrument Builders Project iterasi pertama di Yogyakarta 2013 dan iterasi ketiga di Melbourne 2015. Kegiatan kolaboratif dengan komunitas kreatif lokal melibatkan dirinya sebagai salah satu pendiri dari beberapa inisiatif seperti breakcore_LABS; sebuah platform untuk pertunjukan audiovisual eksperimental, urbancult.net; situs online untuk dokumentasi visual dan pemetaan seni jalanan di Indonesia; lifepatch – inisiatif warga dalam seni, sains dan teknologi. Bersama jaringan Hackteria, dia merupakan co-director HackteriaLab 2014 - Yogyakarta.

Squaresolid

Dalam beberapa acara khususnya pertunjukan musik, Andreas menggunakan Squaresolid sebagai nama panggungnya. Nama ini sebetulnya merupakan sebuah blog pribadi Andreas yang dimulainya pada akhir tahun 2011. Pada mulanya blog ini diperuntukkan bagi kompilasi fotografi hewan yang dilakukan Andreas di masa senggangnya. Namun seiring waktu, blog ini menjadi khusus bagi kompilasi dokumentasi visual Harimau Indonesia khususnya harimau Jawa dan harimau Bali yang telah punah.

Referensi dan Link Eksternal

Leilani Hermiasih

Leilani Hermiasih

Biografi

Leilani Hermiasih (Yogyakarta, 2 Mei 1990) adalah seorang musisi yang juga menyukai kegiatan riset. Sejak akhir 2008, ia aktif menciptakan dan mementaskan lagu dalam proyek yang diberi tajuk Frau, bersama piano digitalnya, Oskar. Lewat Frau, ia telah merilis dua album yang dapat diunduh secara gratis di YesNoWave.com. Selain bersama Frau, ia juga bermusik sebagai organis dengan nama Saiko Kido di band surf-rock The Southern Beach Terror dan niyaga di kelompok gamelan Sekar Jindra serta Magani Wicitra. Akhir-akhir ini, ia pun terlibat dalam penyusunan score untuk beberapa film pendek dan kolaborasi-kolaborasi untuk pertunjukan-pertunjukan lintas disiplin seni. Di sisi lain, ketertarikannya pada riset terus dipupuk di ranah akademis antropologi maupun etnomusikologi, serta dalam kelompok studi bernama LARAS (Studies of Music in Society) yang ia bentuk bersama Rizky Sasono.

Referensi dan Pranala Luar

Indra Menus

Indra Menus (To Die)

Indra Menus dikenal dengan nama panggung To Die, adalah seorang musisi, organizer dan pelapak di scene underground Yogyakarta.

Biografi

Indra Menus dikenal dengan nama panggung To Die, adalah seorang musisi, organizer dan pelapak di scene underground Yogyakarta. Dia mencetuskan proyek To Die pada tahun 1998 sebagai sebuah band memainkan off-shoot musik Hardcore Punk di Yogyakarta, Indonesia. To Die kemudian berkembang menjadi proyek solo dirinya yang bermain dalam komposisi vokal dengan Drone dan Ambient Noise. Lirik ciptaannya sering sekali mempunyai unsur kental yang dipengaruhi dari kehidupan pribadinya, situasi negara dunia berkembang, dan juga opini pribadi yang cenderung bersifat politis. Selain proyeknya di To Die, Indra juga aktif di organiser gig musik independen, Kongsi Jahat Syndicate; agensi booking tur band, YK Booking; General Manager records label independen, Doggy House Records; serta bergerak di bidang arsip zine bersama Jogjakarta Zine Attak! Pada tahun 2009 dia menjadi salah satu inisiator Jogja Noise Bombing, sebuah kolektif yang berkonsentrasi pada musik noise dan eksperimental di Yogyakarta. Dia juga seorang penulis musik di sebuah majalah musik Asia Tenggara bernama Shock & Awe magazine. Dari banyak aktivitasnya dalam scene musik underground, Indra menjalankan Relamati Records, sebuah label independen berdiri sejak tahun 2002 yang berfokus untuk merilis musik ekstreme dan aneh dalam bentuk kaset, lathe cut dan CD.

Referensi dan Pranala Luar

Krisna Widiathama

Krisna Widiathama

Krisna Widiathama adalah seorang perupa dan musisi eksperimental / harsh noise berbasis di Yogyakarta.

Biografi

Gde Krisna Widiathama (Denpasar, 1983) adalah seorang seniman yang bekerja di berbagai media. Kini bekerja dan tinggal di Yogyakarta setelah menyelesaikan pendidikannya di Institut Seni Indonesia Yogyakarta, jurusan seni grafis. Pengalaman berpameran tunggal di Tembi Contemporary Yogyakarta di tahun 2010 dan Langgeng Gallery - Jakarta Art District di tahun 2011. Serta pameran bersama antara lain di Korean International Art Fair dan Darren Knight Gallery, Australia. Saat ini aktif di kolektif seniman muda Yogyakarta ACE HOUSE COLLECTIVE, kolektif musisi noise/eksperimental JOGJA NOISE BOMBING dan membentuk biro disain dan illustrasi ULTRA BAT Design and Illustration. Pada musik eksperimental/noise Krisna Widiathama tergabung pada banyak band dan project seperti Black Ribbon, Liwoth, The Spektakuler, Punkasila, Feces Anatomy dan Sulfur. Semenjak tahun 2004 memakai nama SODADOSA sebagai proyek tunggalnya. Aktifitasnya seperti live performance dan memproduksi album yang dirilis pada label underground lokal dan internasional. Rilisannya yang berupa bentuk fisik dan online kini telah berjumlah lebih dari 40 album.

Referensi dan Pranala Luar

Pemain Tamu

Dale Gorfinkel (AU)

Dale Gorfinkel

Biografi

Dale Gorfinkel adalah seorang musisi dan seniman lintas disipilin dari Melbourne, Australia. Dirinya suka membuat patung bunyi dan instrumen bunyi seperti trompet yang dimodifikasi dan patung kinetik. Dia tertarik bekerja dengan bermacam komunitas kreatif terutama dibidang musik, tari dan seni. Dirinya pertama kali ke Yogyakarta pada tahun 2014 untuk Instrument Builders Project bersama seniman Australia dan Indonesia. Dia suka lotek (dan makanan Indonesia lain) jadi dia membuat sebuah patung bernama Lotek Exercise Machine (mesin berolahraga). Dia bisa bermain banyak instrumen seperti drumset, saxofon, dan harpa afrikan. Pada saat ini dia sedang bermain dengan grup pertunjukan bernama Sounds Like Movement, band bertopeng Prophets (www.prophetsband.com), dan sebuah komunitas musik pencari suaka dari segala penjuru dunia.

Aktifitas di Indonesia

Dale Gorfinkel beraktivitas pertama kali di Indonesia dalam iterasi kedua The Instrument Builders Project yang berlangsung di iCAN Yogyakarta pada 2014. Pada saat itu, dia menjadi salah satu dari empat seniman Australia yang berkolaborasi dengan empat seniman Indonesia. Dalam iterasi ketiga The Instrument Builders Project yang berlangsung di National Gallery of Victoria, Melbourne 2014, Dale berkolaborasi dengan Michael Candy dan Wukir Suryadi untuk menciptakan Bird Organ dan juga berkolaborasi dengan Andreas Siagian, salah satu anggota Lifepatch untuk menciptakan sebuah instrumen yang kemudian diberi nama Nadalaut: As Above So Bellow.

Pada tahun 2015, Dale melakukan sebuah residensi atas inisiatifnya sendiri di Indonesia bersama Lifepatch. Dalam kesempatan tersebut dia terlibat dalam proyek Pengolah Sinyal yang diinisiasi oleh Lintang Radittya yang juga merupakan salah satu peserta dalam The Instrument Builders Project iterasi pertama dan kedua. Bersama lifepatch, Dale Gorfinkel turut serta dalam program Open Lab bagian dari Orde Baru, OK. Video - Indonesia Media Arts Festival 2015 yang diselenggarakan oleh ruangrupa. Dale Gorfinkel juga memberikan sebuah workshop bersama seniman dan musisi Indonesia untuk menciptakan sebuah pertunjukan bunyi sebagai salah satu bentuk presentasi dirinya dalam berproses di Indonesia dalam kurun waktu April - Juli 2015. Dalam kesempatan ini, dia juga menampilkan beberapa instalasi untuk menunjukan perkembangan yang dia kerjakan selama di Indonesia. Acara workshop dan presentasi tersebut berjudul (What's Your Story Today) WYST 2: Out Hear yang diselenggarakan oleh Teater Garasi/Garasi Performance Institute dan bekerja sama dengan lifepatch.

Referensi dan Pranala Luar

Tim Produksi

Foto Peserta dan Panitia Pengolah Sinyal di Kedai Kebun, Foto oleh Mokstimofeevic Wolffang. Kiri ke Kanan: Dian Mayangsari, Dale Gorfinkel, Adhari Donora, Taufiqq Ariwibowo, Sutanto Syambas Effendi, Komar, Lintang Radittya, Alexander Dolly, Budi Prakosa, Non Woro, Dholly Husada, Indra Menus, Krisna Widiathama, Hendra Adityawan, Andreas Siagian dan Leilani Hermiasih
  • Alexander Dholly (Sound Designer, Speaker architect)
  • Dokumentasi Video: Adhari Donora (Antirender) dan Dholy Husada
  • Dokumentasi Fotografi: Mokstimofeevic Wolffang
  • Stage Officer, Artistik dan Desain: Dholy Husada, Hendra Adityawan, Komar, Taufiqq Ariwibowo, Lintang Radittya dan Andreas Siagian
  • Project Officer: Taufiqq Ariwibowo
  • Desain Grafis: Adhari Donora
  • Event Organizer: Jogja Noise Bombing
  • Venue Support: Kedai Kebun Forum
  • Venue Manager: Uniph Kahfi
  • Production Support: YK Booking dan Lifepatch
  • Sound System: JDG, Erlina & Dholly
  • Manajer Lapak: Dian Mayangsari
  • Tim Produksi, Pendukung dan Penyemangat: Non Woro, Raphael Donny, Sutanto Syambas Effendi










Dokumentasi

Tukang Syuting Kesenian

Seluruh dokumentasi video acara ini dilakukan oleh Tukang Syuting Kesenian (TUSUK), sebuah kolektif jadi - jadian yang terdiri dari Dholy Husada dan Adhari Donora.

Dokumentasi Video

Trailer Acara:

Dokumentasi Foto

Seluruh dokumentasi foto dilakukan oleh Mokstimofeevic Wolffang

Referensi dan Pranala Luar