Collaboration Project ‘‘Media Conscious in Asia” : Lifepatch ‘Rumah dan Halaman’

From Lifepatch - citizen initiative in art, science and technology
(Redirected from Rumah dan Halaman)
Jump to: navigation, search
Poster publikasi Open Space 2016: Media Conscious

“Open Space 2016: Media Conscious” adalah pameran memperkenalkan karya seni media dan bentuk-bentuk lain dari ekspresi seni yang banyak berkembang akhir-akhir ini kepada khalayak luas. Secara lugas sebagai panduan dasar akan media art, pameran ini mengetengahkan karya-karya terkemuka dari ranah seni media, karya-karya yang menggabungkan teknologi terkini, bekerja dengan sudut pandang kritis, sekaligus berbagai proyek yang sedang berlangsung di berbagai lembaga penelitian. Semua ditampilkan dengan penjelasan yang dirancang untuk membantu pengunjung mendapatkan pemahaman yang lebih baik melalui media art yang disajikan secara menyenangkan dan mudah diakses.

Lifepatch tergabung dalam pameran berjudul "Rumah dan Halaman" yang diselenggarakan Japan Foundation Asia Center dan NTT InterCommunication Center (ICC) sebagai co-host dalam Collaboration Project ‘‘‘Media Conscious’ in Asia”. Sebuah pameran bertema peran dan penggunaan teknologi media dalam seni rupa kontemporer di Jepang dan negara-negara di Asia

Contents

Partisipasi Lifepatch di “Open Space 2016: Media Conscious”

Poster Open Space 2016: Media Conscious

“Open Space 2016: Media Conscious” diselenggarakan di NTT InterCommunication Center (ICC) yang berada di dalam Tokyo Opera City Tower di Nishi Shinjuku, Tokyo. Dalam pameran yang diselenggarakan pada tanggal 1 November 2016 – 12 Maret 2017 tersebut, Lifepatch berpartisipasi sebagai bagian dari Collaboration Project ‘‘‘Media Conscious’ in Asia”. Pada kesempatan ini, Lifepatch menampilkan sebuah karya berbentuk proyek berjudul "Rumah dan Halaman".

"Rumah dan Halaman"

Secara harfiah, Rumah adalah kata Indonesia untuk rumah. Namun, Rumah untuk sebagian besar orang di Indonesia memiliki arti lebih daripada hanya jenis struktur fisik permanen dengan fungsi tertentu sebagai tempat tinggal. Tetapi memiliki lebih atribut untuk mendefinisikannya sebagai tempat yang bisa disebut sebagai " rumah ", seperti kesadaran, rasa, dan koneksi tertentu antara warga dan tempat itu. Pada dasarnya, Rumah adalah wakil penghuninya urusan internal, yang tumbuh sebagai ruang organik tergantung pada kebutuhan dasar, minat dan berbagai kegiatan itu penghuni, dan menjadi representasi sederhana dari orang-orang di kehidupan sosial mereka. Rumah menunjukkan bagaimana setiap orang kompromi dan berkolaborasi ketika mengatur ruang untuk memenuhi semua kebutuhan orang-orang yang tinggal di dalamnya. Lebih dari itu, itu juga menjadi tempat pertama bagi orang untuk berlatih ide-ide mereka hidup yang lebih baik, seperti ide-ide hacking sederhana dan usaha yang masih hidup. Dalam praktik kreatif dan budaya, Rumah menjadi struktur dasar berdirinya kegiatan untuk kolektif di Indonesia. Hal ini showned dengan sebagian kolektif Indonesia mengubah fungsi rumah pribadi untuk tujuan kegiatan publik mereka. Berdasarkan nilai dan fungsinya, Rumah dibagi dalam dua bagian utama, yaitu bagian "Rumah" yang mengacu pada luas bangunan utama dan "Halaman" atau lahan pekarangan. Meskipun bagian bangunan juga disebut sebagai "Rumah" tetapi memiliki arti yang berbeda. "Rumah" adalah wilayah utama dengan nilai pribadi dan dilindungi oleh struktur tertentu dari bangunan. "Halaman" atau halaman adalah ruang transisi yang disediakan oleh warga Rumah untuk membuat kedua konektor dan penghalang antara konsep swasta dan publik. Sebagai penghubung, "Halaman" adalah tempat bagi warga untuk memenuhi setiap aspek eksternal dari "Rumah". Sebaliknya, "Halaman" juga menjadi hambatan yang menyediakan oleh warga untuk melindungi area pribadi mereka dan semua aspek internal. Bagian kedua dari instalasi yang disebut "Halaman", melengkapi karya Lifepatch berjudul "Rumah Dan Halaman". "Halaman "mewakili kegiatan Lifepatch dalam menciptakan karya, memulai proyek dan partisipasi dalam peristiwa adegan lokal dan internasional.

Abstraksi Instalasi

Adalah sebuah instalasi dengan tema penataan ruang didalam rumah sebagai bentuk aktivitas penggunaan ruang yang di dasari kompromi dan kolaborasi antar pengunanya. Instalasi ini merupakan simulasi penggunaan ruang untuk mewadahi aktivitas kolektif di rumah Lifepatch yang terbagi menjadi dua aktivitas, yaitu aktivitas internal yang lebih bersifat privat dan aktivitas eksternal yang menghubungkan Lifepatch dengan lingkungan disekitarnya.

Struktur Rumah didesain oleh: Wawies Wisnu Wisdantio

Beserta:

Instalasi ini diwujudkan dengan dukungan besar dari:

  • Fumi Hirota (The Japan Foundation Asia Center)
  • Minoru Hatanaka dan seluruh Team NTT InterCommunication Center (ICC)

Rumah Dan Halaman Perspektif 01.jpg Rumah Dan Halaman Perspektif 02.jpg Rumah Dan Halaman Perspektif 03.jpg

Panorama Spot 01.jpg

Abstraksi Kegiatan

Secara keseluruhan, pameran Lifepatch dalam Collaboration Project ‘‘Media Conscious in Asia”: Lifepatch ‘Rumah dan Halaman’ berjalan dari tanggal 1 November 2016 – 12 Maret 2017. Sedangkan kegiatan terbagi menjadi 2 periode, yaitu:

  • Periode I dari tanggal 1 November – 28 Desember 2016
  • Periode II dari tanggal 1 - 14 Februari 2017

Deskripsi Kegiatan Periode I (1 November – 28 Desember 2016)

Tema aktivitas ditekankan pada tema Rumah, yaitu praktek kolektif yang dilakukan dalam ruang-ruang privat. Anggota Lifepatch yang hadir dalam aktivitas di dalam Periode I adalah Agus Tri Budiarto, Wawies Wisnu Wisdantio, Agung Firmanto dan Nur Akbar Arofatullah Dalam periode ini, terdapat seniman tamu yang ikut menghadiri dan mengikuti keseluruhan kegiatan, yaitu Mihara Soichiro. Selain itu, kegiatan dilakukan di beberapa venue yang tersebar di beberapa daerah di Tokyo, yaitu: NTT InterCommunication Center (ICC) di Tokyo Opera City Tower, Loftwork COOOP di Shibuya-ku Tokyo, dan Nantoka bar di Suginami-ku Tokyo. Kegiatan terbagi menjadi 2 periode, yaitu:

Workshop - GoConspicuous: How To Make DIY Microscope Webcam

Dalam workshop ini dilakukan pembelajaran untuk merakit mikroskop webcam dan mengaplikasikannya pada komputer maupun laptop

Deskripsi Kegiatan

Penggunaan kamera web sebagai Mikroskop Digital pertama kali dikembangkan oleh Hackteria (hackteria.org) yang berbasis di Swiss. DIY- Webcam Microscope sebelumnya sebuah proyek seni yang berfokus pada Sumber Biologi Terbuka. Ini pertama kali dikembangkan oleh Urs Gaudenz dengan prinsip membalikkan lensa webcam yang menghasilkan hingga ± 300-400 kali pembesaran. Selanjutnya dikembangkan oleh Marc Dusseiller dan juga oleh Nur Akbar Arofatullah. alat ini biasanya disebut sebagai MiCam. MiCam adalah alat yang telah di-hack untuk mengembangkan mikroskop digital yang mudah dan murah yang diterapkan di komputer / laptop. Perkembangan mikroskop webcam berlanjut dengan penggunaan akrilik untuk merakit. Dalam mengurangi biaya produksi. Penggunaan akrilik dapat mempermudah dan mempercepat pembuatan mikroskop webcam. Desain dan produksi juga lebih murah. Mikroskop webcam gratis hanya untuk penggunaan pribadi. Publikasi dan modifikasi desain wajib mencantumkan Lifepatch dan Hackteria dalam materi. MiCam dibawah lisensi Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike (BY-NC-SA) dengan lisensi yang identik untuk tujuan non-komersial. Membangun DIY (do it yourself) microscope webcam. Workshop untuk pelajar maupun berbagai komunitas yang tertarik. Pemberi materi adalah Nur Akbar Arofatullah dengan dibantu Agus Tri Budiarto

Detail Acara

Acara ini diselenggarakan pada:

  • Waktu: Sabtu, 12 November, 14:00 – 16:00 Waktu Setempat
  • Tempat: NTT InterCommunication Center [ICC] - ICC Gallery B5
  • Co-organizer: Japan Foundation Asia Center dan NTT InterCommunication Center [ICC]

Workshop ini bersifat gratis bagi siapapun yang mau hadir dengan kapasitas maksimal sebesar 15 orang. Workshop diberikan dengan bahasa Inggris dan Jepang melalui penerjemah.

Dokumentasi Acara

GoConspicuous 01.jpg GoConspicuous 02.JPG GoConspicuous 03.JPG


Demonstrasi - GoFerment: How to make homemade soybean tempeh

Dalam workshop ini dilakukan pembelajaran untuk membuat tempe sebagai hasil dari proses fermentasi kedelai yang menjadi makanan populer di Indonesia.

Deskripsi Kegiatan

"Tempe" adalah makanan populer dari Indonesia yang berasal dari fermentasi kedelai. Tempe terkenal karena memiliki rasa yang unik dan kaya protein yang sebanding dengan sumber hewani. "Tempe" cukup dekat dengan "NATO" yang terdapat di Jepang, yaitu menggunakan kedelai sebagai bahan utama. Perbedaannya terletak pada mikroorganisme yang terlibat dalam proses produksi; "NATO" menggunakan bakteri bacillus sementara Tempeh menggunakan Rhizopus Fungi. Demonstrasi ini bertujuan untuk belajar bersama bagaimana membuat Tempe dengan menggunakan teknik fermentasi solid (Solid State Fermentation), sebuah teknik fermentasi yang sangat umum di negara-negara Asia. Workshop dilakukan untuk pelajar maupun berbagai komunitas yang tertarik. Pemberi materi adalah Nur Akbar Arofatullah.

Detail Acara

Acara ini diselenggarakan pada:

  • Waktu: Minggu, 13 November, 14:00 – 16:00 Waktu Setempat
  • Tempat: NTT InterCommunication Center [ICC] - ICC Gallery B5
  • Co-organizer: Japan Foundation Asia Center dan NTT InterCommunication Center [ICC]

Workshop ini bersifat gratis bagi siapapun yang mau hadir dengan kapasitas maksimal sebesar 15 orang. Workshop diberikan dengan bahasa Inggris dan Jepang melalui penerjemah.

Dokumentasi Acara

GoFerment 01 00.jpg GoFerment 01 02.JPG

GoFerment 01 01.JPG GoFerment 01 04.JPG


Workshop - GoCircle: How To Make DIY 360-Degree Picture

Dalam workshop ini dilakukan pembelajaran untuk merakit kit Panohead dan mengaplikasikannya untuk membuat foto 360 derajat. Sekaligus mempelajari cara-cara mengolah foto tersebut menjadi foto 360 derajat menggunakan perangkat lunak dalam komputer maupun laptop

Deskripsi Kegiatan

Saat ini, membuat 360 derajat foto sebagai gambar spherical dari lingkungan sekitar fotografer sangat populer dan mudah dilakukan dengan bantuan aplikasi tertentu pada Smartphone atau PDA. Namun sebaliknya, 360 derajat hardware untuk kamera cenderung mahal dan tidak semua orang mampu membelinya. Dalam workshop ini, peserta akan belajar pengetahuan dasar tentang pembuatan gambar panorama 360 derajat, bagaimana membuat DIY 360 derajat Tripod Panohead alat yang terjangkau, dan akhirnya belajar untuk menghasilkan gambar seri sebagai bahan dasar untuk membuat gambar 360 derajat. Pada workshop ini, peserta membutuhkan DIY kit Panohead, tripod, dan berbagai jenis kamera, seperti kamera Pocket, kamera prosumer, DSLR. Workshop untuk pelajar maupun berbagai komunitas yang tertarik. Pemberi materi adalah Wawies Wisnu Wisdantio dan Agus Tri Budiarto.

Detail Acara

Acara ini diselenggarakan pada:

  • Waktu: Minggu, 13 November, 16:00 – 18:00 Waktu Setempat
  • Tempat: NTT InterCommunication Center [ICC] - ICC Gallery B5
  • Co-organizer: Japan Foundation Asia Center dan NTT InterCommunication Center [ICC]

Workshop ini bersifat gratis bagi siapapun yang mau hadir dengan kapasitas maksimal sebesar 15 orang. Workshop diberikan dengan bahasa Inggris dan Jepang melalui penerjemah.

Dokumentasi Acara

GoCircle 01.jpg GoCircle 02.jpg

GoCircle 03.jpg GoCircle 04.jpg


Demonstrasi - GoFerment: How to make homemade soybean tempeh

Dalam workshop ini dilakukan pembelajaran untuk membuat tempe sebagai hasil dari proses fermentasi kedelai yang menjadi makanan populer di Indonesia.

Deskripsi Kegiatan

Workshop untuk memperkenalkan praktik-praktik sederhana dalam rekayasa biologi yang dilakukan melalui pembuatan Tempe. "Tempe" adalah makanan populer dari Indonesia yang berasal dari fermentasi kedelai. Tempe terkenal karena memiliki rasa yang unik dan kaya protein yang sebanding dengan sumber hewani. "Tempe" cukup dekat dengan "NATO" yang terdapat di Jepang, yaitu menggunakan kedelai sebagai bahan utama. Perbedaannya terletak pada mikroorganisme yang terlibat dalam proses produksi; "NATO" menggunakan bakteri bacillus sementara Tempeh menggunakan Rhizopus Fungi. Workshop ini bertujuan untuk belajar bersama bagaimana membuat Tempe dengan menggunakan teknik fermentasi solid (Solid State Fermentation), sebuah teknik fermentasi yang sangat umum di negara-negara Asia. Workshop dilakukan sebagai bagian dari acara pertemuan mingguan BioClub. Biaya workshop sebesar 500 Yen termasuk biaya makanan dan minuman. Workshop dilakuakan dengan batasan peserta sebanyak 30 orang untuk pelajar maupun berbagai komunitas yang tertarik. Pemberi materi adalah Nur Akbar Arofatullah, Agus Tri Budiarto, dan Agung Firmanto.

Detail Acara

Acara ini diselenggarakan pada:

  • Waktu: Selasa, 15 November, 18:00 – 22:00 Waktu Setempat
  • Tempat: Loftwork COOOP, Dogenzaka Pier 10th Floor, 1-22-7 Dogenzaka, Shibuya-ku, Tokyo
  • Organized: BioClub dan Lifepatch
  • Co-organizer: Japan Foundation Asia Center dan NTT InterCommunication Center [ICC]

Dokumentasi Acara

GoFerment 02 01.jpg GoFerment 02 02.jpg GoFerment 02 03.jpg


Workshop - Coffee Brewing

Deskripsi Kegiatan

Workshop pengolahan kopi dari menggoreng biji kopi, menggiling biji kopi dan merasakan hasil olahan kopi. Proses pengolahan menggunakan alat-alat sederhana yang tersedia. Peserta workshop akan diajak untuk merasakan kebahagian meracik kopi dan menikmati hasil olahan sendiri. Workshop dilakukan untuk siapapun dari berbagai komunitas yang tertarik. Pemberi materi workshop adalah Agus Tri Budiarto. Selain kegiatan workshop, orang-orang yang datang ke tempat pelaksanaan juga ditawarkan untuk merasakan Nasi Goreng sebagai masakah malam ala Indonesia yang dijual untuk menemani menikmati kopi. Menu makan malam dimasak dan disediakan oleh Agung Firmanto, dan Wawies Wisnu Wisdantio.

Detail Acara

Acara ini diselenggarakan pada:

  • Waktu: Senin, 21 November, 19:00 – 23:00 Waktu Setempat
  • Tempat: Nantoka bar, Suginami-ku, Tokyo
  • Organized: Jong Pairez dan Lifepatch
  • Co-organizer: Japan Foundation Asia Center dan NTT InterCommunication Center [ICC]

Dokumentasi Acara

Nantoka Bar 01.jpg Nantoka Bar 02.jpg

Nantoka Bar 04.jpg Nantoka Bar 05.jpg

Nantoka Bar 06.jpg Nantoka Bar 07.jpg


Collaboration Project ‘‘‘Media Conscious’ in Asia” Lifepatch ‘Rumah dan Halaman (Rumah and Halaman)’ Artists’ Talk

Deskripsi Kegiatan

Sebuah simposium di bidang seni dan teknologi diselenggarakan oleh The Japan Foundation Asia Center dan NTT InterCommunication Center (ICC). Simposium ini membahas mengenai praktik citizens science yang dilakukan oleh Lifepatch, relasinya terhadap seni dan teknologi.

Detail Acara

Simposium ini berlangsung pada:

  • Waktu: Rabu, 23 November, 14:00 – 15:00 Waktu Setempat
  • Tempat: NTT InterCommunication Center [ICC] - ICC 4F temporary stage
  • Co-organizer: Japan Foundation Asia Center dan NTT InterCommunication Center [ICC]

Simposium ini bersifat gratis bagi siapapun yang mau hadir dengan kapasitas maksimal sebesar 150 orang. Simposium akan diberikan dengan bahasa Inggris dan Jepang melalui penerjemah.

Panelist

Berikut daftar pembicara dalam simposium ini:

HATANAKA Minoru (Chief Curator, NTT InterCommunication Center [ICC] )

Deskripsi Kegiatan Periode II (1 Februari – 14 Februari 2017)

Hackteria - Lifepatch 2017.png
Tema aktivitas ditekankan pada tema Halaman, yaitu praktek kolektif dan strategis yang antara Lifepatch bersama komunitas maupun kelompok masyarakat di sekitarnya. Dalam periode ini, Lifepatch mengutamakan praktik - praktik yang menampilkan kegiatan distribusi pengetahuan, kolaborasi, riset dan eksperimen yang dilakukan para anggotanya. Anggota yang mewakili Lifepatch pada periode 2 adalah Adhari Donora, Dholy Husada dan Andreas Siagian. Marc Dusseiller dari Swiss Mechatronic Art Society dan Hackteria ikut serta dalam aktivitas periode 2 di Jepang. Berikut kegiatan Lifepatch dalam periode II yang berlangsung pada 1 - 14 Februari 2017.

Lifepatch, Hackteria dan YCAM

Kunjungan ke Yamaguchi Center for Arts and Media (YCAM), Yamaguchi

Deskripsi Kegiatan

Lifepatch mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Yamaguchi Center for Arts and Media (YCAM) di Yamaguchi. Dalam kesempatan ini Lifepatch berkenalan dengan para staf dan anggota YCAM, mendapatkan tur dan saling berkenalan dengan kegiatan - kegiatan yang berlangsung diselenggarakan oleh YCAM. Para staf juga memberikan tur lengkap ke seluruh fasilitas yang dimiliki oleh YCAM. YCAM, Lifepatch dan Marc juga memberikan presentasi singkat untuk memperkenalkan kegiatan masing - masing. Selain itu, Chiaki Ishizuka dari BioClub juga memberikan presentasi perkenalan mengenai kegiatannya.

Detail Kegiatan

Kegiatan ini berlangsung pada:

  • Hari/Tanggal: 2 Februari 2017
  • Waktu: 11:00 - Selesai
  • Tempat: YCAM

Dokumentasi

Berikut dokumentasi terpilih dari kegiatan tersebut diatas:

Lokakarya 8-bit Mixtape di ICC, Rumah dan Halaman 2017

Lokakarya 8-bit Mixtape di Rumah dan Halaman, ICC Tokyo, 2017

Sebuah lokakarya yang mengajarkan peserta untuk merangkai 8-bit Mixtape. Lokakarya ini menjadi salah satu bagian kegiatan dalam Rumah dan Halaman.

Deskripsi Kegiatan

Sebuah lokakarya yang mengajarkan peserta untuk merangkai 8-bit Mixtape. Lokakarya ini menjadi salah satu bagian kegiatan dalam Rumah dan Halaman. Dalam kegiatan ini Lifepatch memberikan sebuah lokakarya untuk merangkai 8-bit Mixtape, sebuah proyek yang diinisiasikan oleh Marc Dusseiller, Budi Prakosa dan Andreas Siagian. Proyek 8-bit Mixtape bersifat sumber terbuka, mengundang siapapun yang berminat untuk terlibat dalam pengembangan sumbernya. Modul 8-bit Mixtape menjadi salah satu modul lokakarya yang digunakan Swiss Mechatronic Art Society dan Lifepatch.

Detail Kegiatan

Lokakarya ini berlangsung pada:

  • Hari/Tanggal: Sabtu, 4 Februari 2017
  • Waktu: 14:00 - 17:00 waktu setempat
  • Tempat: ICC, Tokyo

Lokakarya berlangsung gratis dan terbuka untuk umum.

Dokumentasi Kegiatan

Referensi dan Pranala Luar

Lokakarya Rana Cahaya di ICC, Rumah dan Halaman 2017

Deskripsi Kegiatan

Sebuah lokakarya yang mengajak para peserta untuk merangkai Rana Cahaya. Rana Cahaya sendiri merupakan sebuah modul lokakarya dari Lifepatch yang berguna untuk menghasilkan proyeksi hologram dari telepon genggam pintar. Rana Cahaya dikembangkan oleh Wawies Wisnu Wisdantio dan Adhari Donora. Lokakarya ini menjadi bagian dari Rumah dan Halaman yang berlangsung di ICC, Tokyo, Jepang.

Detail Kegiatan

Lokakarya ini berlangsung pada:

  • Hari/Tanggal: Minggu, 5 Februari 2017
  • Waktu: 14:00 - 17:00 Waktu setempat
  • Tempat: ICC, Tokyo, Jepang

Lokakarya bersifat gratis dan terbuka untuk umum.

Dokumentasi Kegiatan

Berikut dokumentasi terpilih dari lokakarya ini.

How To Eat Almost Anything, Rumah dan Halaman 2017

Rencana perjalanan HTEAA - Tokyo

Deskripsi Acara

How To Eat Almost Anything adalah sebuah acara tur untuk mencoba makanan - makanan yang menggunakan bahan alternatif di kota Tokyo. Acara ini mengajak para peserta untuk mengunjungi warung makan, restoran, bar, dsb, untuk mencoba menu yang menggunakan bahan alternatif seperti, euglena, daging kuda, ulat dsb. Acara ini digagas oleh Marc Dusseiller dan Masato Takemura, diselenggarakan bersama Bioclub dan Lifepatch, Tokyo. Acara ini menjadi bagian dari kegiatan Tim #2 dalam Rumah dan Halaman di Tokyo pada 1-15 Februari 2017.

Detail Acara

Acara ini berlangsung pada:

  • Hari/Tanggal: Rabu, 8 Februari 2017
  • Waktu: 12:00 hingga selesai

Acara ini khususnya bagi anggota Lifepatch, Bioclub dan Fablab Hamamatsu, namun terbuka bagi siapapun yang hendak bergabung.

Peserta

Peserta yang ikut dalam acara ini antara lain adalah:

Dokumentasi

Berikut dokumentasi terpilih dari acara ini:

Referensi dan Pranala Luar

Jamu Party, Lokakarya Keju & CRISPR di Bioclub, Rumah dan Halaman 2017

Lokakarya Jamu dan Keju di Bioclub

Dua buah lokakarya yang menjadi bagian dari Rumah dan Halaman. Workshop ini mengajarkan peserta untuk meracik beberapa resep jamu, membuat keju dan mencobanya sendiri.

Deskripsi Lokakarya

Sebuah lokakarya yang menjadi bagian dari Rumah dan Halaman. Lokakarya ini mengajarkan peserta untuk meracik beberapa resep jamu dan mencobanya sendiri. Lokakarya ini diselenggarakan melalui kerjasama dengan BioClub, Tokyo Jepang. Workshop ini juga berlangsung bersamaan dengan Lokakarya Membuat Keju dan CRISPR dari Marc Dusseiller dari Hackteria.

Detail Lokakarya

Lokakarya ini berlangsung pada:

  • Hari/Tanggal: Jumat, 10 Februari 2017
  • Waktu: 18:00 - 21:00 waktu setempat
  • Tempat: Bioclub, Fab Cafe Shibuya, Tokyo
  • Alamat: 道玄坂1-22-7, Shibuya, Tokyo 150-0043

Lokakarya berlangsung gratis dan terbuka untuk umum.

Dokumentasi Lokakarya

Berikut dokumentasi terpilih dari lokakarya ini:

Referensi dan Pranala Luar

Referensi dan Pranala Luar