Seminar Lintas Batas

From Lifepatch - citizen initiative in art, science and technology
Jump to: navigation, search

Banner Seminar Lintas Batas.jpg

SEMINAR “LINTAS BATAS: Mempertemukan Dunia Akademik dengan Dunia Kesenian” adalah sebuah seminar yang akan membicarakan tentang kolaborasi antara seni dan ilmu pengetahuan khususnya kolaborasi yang dilakukan oleh praktisi dengan dunia akademik. Seminar ini diselenggarakan oleh Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri/PKKH.

Gagasan Seminar

Poster Publikasi Seminar Lintas Batas

Saat ini kita hidup di dunia yang bergerak dengan sangat cepat dan cenderung menempatkan manusia-manusia pada kemampuan-kemampuan spesialis. Spesialisasi tentu saja diperlukan, namun keahlian spesialis ini tidak mampu memberi manfaat maksimal jika ia berada dalam ruang kedap yang terkotak-kotak, tidak saling bersinggungan, tidak saling bersinergi dengan bidang-bidang kehidupan lain.

Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri/PKKH memiliki lingkup pergaulan internal yang sangat kaya potensi: para tenaga pengajar, peneliti, dan mahasiswa-mahasiswa calon peneliti yang akan turut aktif mengembangkan ilmu pengetahuan dan keahliannya di tengah-tengah masyarakat. Di lain sisi, PKKH menyadari bahwa ada banyak pula sumber daya yang beredar di luar sana. Sumber-sumber daya itu adalah praktisi-praktisi spesialis di bidang yang untuk sementara ini dianggap “tidak berhubungan dan tidak berkaitan” dengan dunia akademik. Salah satunya adalah dunia kesenian.

Pada kenyataannya, trend global saat ini menunjukkan bahwa tidak bisa lagi ilmu dipisahkan dari seni. Bahwa sudah ada banyak pihak yang mendorong terjadinya kolaborasi produktif dan kolaborasi kreatif antara ilmu pengetahuan dan kesenian. Untuk menyebut salah satu di antaranya adalah kelompok Lifepatch.

Lifepatch berbasis di Yogyakarta, terdiri dari seniman dan peneliti (dua di antaranya adalah staf pengajar Universitas Gadjah Mada). Mereka berkolaborasi atas dasar kesamaan landasan gagasan: berfokus pada pendekatan seni dan sains melalui praktik edukasi dalam penggunaan teknologi yang berguna bagi masyarakat. Lifepatch mengusung semangat budaya DIY (Do It Yourself) dan DIWO (Do It With Others). Semangat ini dimiliki oleh banyak kelompok lain di dunia, yang kemudian membawa Lifepatch pada jejaring global, bertemu dengan beragam komunitas, ilmuwan-ilmuwan (baik perseorangan maupun yang mewakili universitas-universitas dari negara lain: India, Swiss, Slovenia, Filipina, Nepal, Singapura, Hongkong, dan Taiwan), profesional, dan sesama seniman.

Kelompok seperti Lifepatch ini hanya salah satu saja contoh dari pertemuan dan kolaborasi antara seni dan ilmu pengetahuan yang sudah menjadi trend global. Ada banyak contoh kerja kolaborasi lintas disiplin lain yang mempertemukan ilmu hukum, filsafat, sosial, hingga kedokteran melalui isu-isu terkini, misalnya pergerakan manusia (misalnya terkait Tenaga Kerja Indonesia), budaya kuliner, yang kemudian dipresentasikan dengan medium seni teater, senirupa, performans, dan lain sebagainya.

Dalam trend global yang lintas disiplin seperti ini, adalah penting bagi dunia akademik—dalam hal ini khususnya UGM—untuk mengambil posisi sebagai tuan rumah yang mendorong sinergi realita dua tradisi kerja yang belum sepenuhnya disadari ini: cara pandang akademisi yang diinspirasi oleh terobosan-terobosan imajinatif seni di satu pihak, dan di sisi lain bahwa pelaku seni dapat mengembangkan kreasi-kreasinya atas dasar inovasi-inovasi akademik.

Detail Acara

Rektor UGM, Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc. memberikan sambutan pembukaan seminar

Acara akan berlangsung pada:

  • Hari/Tanggal: Sabtu, 9 Agustus 2014
  • Waktu: Pukul 13.00-16.00 WIB
  • Tempat: Hall PKKH/Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri UGM, Bulaksumur

Acara bersifat gratis dan terbuka untuk umum melalui pendaftaran.

Pendaftaran

  • Email: [email protected]
  • Telepon: 0274-557317 (pukul 8.00-16.00 WIB)
  • Facebook: Pkkh Ugm Koesnadi Hardjasoemantri
  • Twitter: @PKKH_UGM

Pembicara

Pembicara pada seminar ini antara lain adalah:

Dokumentasi

Berikut dokumentasi terpilih dari acara ini:


Referensi dan Pranala Luar