Terje Toomistu

From Lifepatch - citizen initiative in art, science and technology
Jump to: navigation, search
Terje Toomistu
Screening Wariazone
Sesi tanya jawab setelah penayangan Wariazone
Tanggapan dari beberapa waria yang berperan serta dalam pembuatan film Wariazone

Terje Toomistu adalah seorang penulis dan antropolog dari Estonia pada saat ini berbasis di Tartu, Estonia dan Yogyakarta, Indonesia.

Biografi

Terje Toomistu (lahir 23/2/1985) adalah seorang penulis dan antropolog dari Estonia, berfokus pada beragam proses lintas-budaya, makna budaya terbingkai dan realitas sosial, serta konstruksi gender. Subyek-subyek ini telah menjadi bagian besar latar belakangnya baik dalam bidang akademik di Universitas Tartu dan kehidupan pribadi sebagai fotografer, penulis dan pembuat film. Penelitiannya terbingkai dalam sosiologi fenomenologis dan antropologi interpretif dan juga terkait dengan teori budaya konsumen dan memori studi interdisipliner. Dia juga bekerja dengan simbol-simbol politik dalam penelitiannya di bidang budaya populer, khususnya makna dan praktik penggunaan simbol Soviet di kalangan pemuda di Rusia dan Estonia yang tumbuh selama periode transisi.

Sejak tahun 2005 ia telah menjadi salah satu dari dua kolaborator (bersama dengan Berit Renser) dari Avantyristid (Avantourists), sebuah travel blog paling populer di Estonia, yang telah dianugerahi sebagai blog perjalanan terbaik di tahun 2007 dan 2008 (juga blog terbaik di bidang gaya hidup 2007, blog paling menarik 2008). Pada November 2009, Penerbit terkenal Estonia bernama Petrone Print merilis novel perjalanan mereka berjudul "Seven Worlds" (Seitse Maailma), yang merupakan sebuah novel antropologi populer tentang keyakinan di Amerika Selatan berdasarkan perjalanan mereka ke Peru dan Bolivia. Majalah perjalanan terkemuka Estonia, Go Discover, menganugerahkan perjalanan penulis dan novel mereka sebagai Adventure of the Year 2009. Novel ini juga memenangkan hadiah sastra Betti Alver pada tahun 2010.

Pada tahun 2010 ia memulai syuting film dokumenter pertamanya sebagai kolaborasi dengan seniman Estonia bernama Kiwa. Film yang diberi judul "Wariazone" mengeksplorasi fenomena transgender di Indonesia dan menimbulkan pertanyaan tentang politisasi moralitas dan agama setelah era reformasi.

Aktifitas di Indonesia

Dalam pengerjaan dan penelitian film dokumenter "Wariazone", Terje Toomistu mengadakan sebuah screening (pemutaran film) khusus bagi para pihak yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan film tersebut. Sesi screening ini dimaksudkan untuk menunjukkan hasil pembuatan Wariazone sebelum video tersebut menjalani proses editing final. Acara ini berlangsung pada:

  • Hari/Tanggal: Selasa, 29 Maret 2011
  • Waktu: 19.00 WIB

Acara ini hanya diperuntukkan bagi undangan.

Wariazone

Wariazone merupakan judul sebuah film dokumenter mengeksplorasi pengertian tentang transgender di Indonesia. Para waria (wanita pria), yang sering digambarkan dalam konteks lokal sebagai kombinasi dari kejantanan dan kewanitaan sebagai jenis kelamin ketiga, atau jiwa seorang wanita lahir dalam tubuh lelaki, mengacu pada berbagai masalah dalam kaitannya dengan kondisi pasca-kolonial. Beberapa nama pemeran yang berpartisipasi dalam film ini antara lain adalah: Yulianus Rettoblaut, Merlyn Sopjan, Dede Oetomo, Julia Suryakusuma, Lenny Sugiharto, Yuni Shara (nama panggilan), Maryani, Shinta Ratri, Sandra, Rully Mallay, Olivia Sonya Aresta, Ienes Angela dll. Film ini diikutsertakan dalam sebuah festival di Tallinn, Estonia bernama "S├Ánastamata Lood" (Untold Stories), dan diputar perdana pada tanggal 7 Mei 2011.

Referensi dan Link Eksternal