Thedeo Mix Blood

From Lifepatch - citizen initiative in art, science and technology
Jump to: navigation, search
Thedeo Mix Blood.JPG

Thedeo Mix Blood adalah sebuah kelompok grup seni beranggotakan R.Bonar Diat S.P dan Fahla Fadhillah Lotan.

Biografi

Thedeo Mix Blood adalah kelompok seni independent yang bergerak dalam bidang seni eksperimental, dengan penerapan action pada fine art project, puppet theater, children workshop, hingga acssesories production. Thedeo terhitung baru genap berusia tiga tahun (hingga 2011 ini). Yang menjadi ciri pada karya-karya yang dihasilkan Thedeo adalah jahitan-jahitan tidak beraturan, yang terkesan sangat ekspresif, naïf bahkan hiperbola pada setiap bentuknya. Thedeo memiliki karakter focus berupa gurita dan bebek. Semua menjadi terstilasi. Bentuk yang absurd, fantasi yang berlebih-lebihan, hingga berupa parodi-parodi. Puppet teater Thedeo lebih pada pendekatan secara psikologis terhadap daya imajinasi anak-anak, karena Thedeo memfokuskan sajian performancenya pada anak-anak, sehingga untuk mempermudah penyampaian dari cerita-cerita hingga pesan yang terkandung, Thedeo selalu mengikuti jalan pikiran yang lahir dari mereka, dikemas sangat naïf, sangat meloncat-loncat, dan spontan.

Yang menjadi ciri khas pada setiap penampilan Thedeo adalah hampir seluruh karyanya adalah custom toy dari mainan-mainan yang didapatnya entah pasar loak sebagian koleksi semasa kecil, atau unsur musik, mekanik dan listrik, hingga sajian tokoh-tokoh ceritanya yang di-display layaknyanya prajurit disetiap aksi teaternya. Thedeo tidak selalu hadir dengan bentuk boneka-boneka dongeng pada umunya yang cenderung dengan boneka tali, turloquist, atau boneka jari, tapi Thedeo menyuguhkan keragaman. Setiap aksi performancenya dikemas berbeda-beda edisi, contohnya Thedeo hadir monolog, video digital, atau juga boneka jari.

Dalam bentuk karyanya, Thedeo tidak membatasi karakter yang dibuatnya. Tidak membuat sekat-sekat antara karya Puppet teater, fine art, hingga bentuk aksesoris yang diproduksinya, semua menjadi membaur, satu nafas, satu benang yang terjahit satu dengan yang lainnya.

Inspirasi

Banyaknya film animasi yang kita tonton, hingga buku-buku dongeng sekelas Harry Potter, Narnia, hingga Spongebob Squarepants dan ShinChan, semua membaur dalam otak dan tertransfer dalam kain-kain yang kita jahit. Thedeo sering melihat fenomena yang muncul sekarang. Seperti semua anak terhipnotis oleh sajian-sajian kartun yang ada di televisi. Thedeo ingin hadir sebagai tokoh idola baru untuk mereka, semua disadari Thedeo harus bertahap untuk membangun itu semua. Cerita-cerita yang Thedeo buat sangat ringan. Tidak melebihi kapasitas pemikiran anak-anak, seklaipun ketika Thedeo hadir didepan orang dewasa, Thedeo tetap hadir sebagai Puppet teater yang naïf dan sangat Childish.

Banyak tokoh-tokoh yang menginspirasi karya-karya Thedeo. Seperti Captain Jack Sparrow (Pirates Of The Carribean), Alice In The Wonderland, The Tinkerbell, Mermaid, The Rapunzell, Hulk, Patrick and Spongebob, dan lain-lainnya. Selain para tokoh itu, tidak jarang Thedeo mencari berbagai inspirasi cerita hingga bentuk dari film-film yang ada seperti Dead Silence, Up, Madagaskar, Charlie And The Chocolate Factory, Harry Potter, Doraemon dan legenda raja matahari, Iron Man, Narnia, Avatar, Carroline, Orphan, dan masih banyak lagi film-film yang menjadi bahan materi tambahan bagi karya-karya Thedeo.

Kontak

  • E-mail: missthedeo(@)yahoo(.)com

R.Bonar Diat S.P

Lahir tgl 22 November 1982, dengan hidup yang berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain yang pada akhirnya menetap di Yogyakarta. Khayalan tingkat tinggi, hingga perfeksionis, kata-kata yang cukup tepat mewakili kepribadiannya. Diam dalam fase asik berdialog dengan dirinya sendiri, dan lebih senang menghabiskan waktu dalam ruang kamarnya. Otong, panggilan yang lebih familiar ketimbang nama aslinya yang jika dipikir memang lebih sulit untuk diingat. Mengenyam pendidikan seni rupa secara akademis di STSI SURAKARTA pada tahun 2003-2007, lalu memfokuskan untuk lebih intensif berkarya dan tinggal di Yogyakarta hingga kini. Otong membuat karya dengan jenis yang sangat ekspresif. Semua adalah campuran imajinasi hingga traumatis yang dirasa dari kecilnya. Mengalun lewat gari-garis krayon yang disalurkan diatas kertas dan kavas, hingga jahitan boneka-bonekanya.

Fahla Fadhillah Lotan

Genap berusia 20 tahun hingga tahun 2011 ini. Masih tercatat sebagai mahasiswi jurusan fotografi di ISI Yogyakarta. Dila memfokuskan kegiatan berkeseniannya dengan mengambil bidang fotografi seni dan instalasi. Fotografi tidak membatasinya untuk berkarya dengan beragam media, hingga boneka-boneka yang digabungkan dengan potongan-potongan foto yang dijahit diatas kanvas. Terobsesi untuk menjadi seperti Lady Gaga bahkan Bjork, yang menjadikan Dila lebih terfokus pada unsur-unsur fesyen dalam karya fotografi instalasi hingga boneka-bonekanya. Sosok sensitif, introvert, ambisius dan temperamental, itu yang akan dilihat dari dirinya. Tidak jauh berbeda dari Otong, Dila membiarkan fantasi kekanak-kanakannya mengalir dalam setiap bentuk karya yang dia buat.

Referensi dan Link Eksternal