Workshop Pembuatan Tempe

From Lifepatch - citizen initiative in art, science and technology
Jump to: navigation, search
Kedelai sebagai medium fermentasi solid state dalam pembuatan tempe

Sebuah workshop untuk belajar membuat tempe dengan teknik fermentasi solid state.

Deskripsi Workshop

Tempe adalah sebuah kata indonesia yang merujuk secara kolektif pada berbagai makanan fermentasi (pada umumnya kacang-kacangan dengan tekstur lembut) yang terikat oleh jaringan miselium jamur Rhizopus dengan bau harum sehingga menyatu dan berbentuk seperti kue (ko dan hesseltine, 1979). Jenis tempe yang paling populer adalah tempe kedelai, sehingga pada umumnya kata tempe selalu diidentikkan pada makanan hasil fermentasi kedelai. Sebelum dimasak, tempe kedelai mengandung protein rata-rata sebanyak 19,5 %, sebagai perbandingan; kandungan protein rata-rata untuk hamburger adalah 17.9 % dan untuk ayam adalah 21 %.

Tempe merupakan salah satu produk makanan yang unik di antara produk berbasis kedelai lainnya. Hal tersebut dikarenakan secara tradisional tempe merupakan satu-satunya makanan fermentasi kedelai yang tidak berasal di China atau Jepang, namun merupakan produk asli dari Indonesia serta hampir dapat dipastikan berasal dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tempe telah dikenal oleh masyarakat Indonesia sejak sebelum tahun 1800, bahkan 1000 tahun sebelumnya. Salah satu manuskrip yang menunjukkan keberadaan Tempe adalah serat Centini yang ditulis sekitar tahun 1815, namun meskipun serat centini tersebut ditulis pada rentang tahun 1815, setting cerita dalam menuskrip tersebut adalah pada masa pemerintahan sultan agung ( 1613-45 ). Dengan demikian tempe mungkin sudah ada di Indonesia sejak awal tahun 1600.

Proses pembuatan tempe cukup sederhana , hal pertama yang harus dilakukan adalah memasak kedelai dan mengelupas kulit arinya (cotyledon), kemudian dapat sedikit diasamkan dengan merendamnya selama semalam sehingga terjadi proses fermentasi oleh bekteri asam laktat. Setelah itu, biji kedelai dikeringkan/ditiriskan pada wadah yang berlubang lalu diinokulasi dengan spora Rhizopus oligosporus, dikemas/dibungkus menggunakan kantong plastik atau daun pisang dan kemudian di inkubasi selama kurang lebih 24-48 jam pada suhu ruang hingga biji-biji kedelai memadat karena terikat oleh jaringan miselium jamur. Setelah proses fermentasi selesai, tempe dapat segera di masak dan dikonsumsi.

Detail Acara

Acara ini diadakan pada: Worskhop ini diadakan pada,

  • Hari/Tanggal: Minggu, 26 Januari 2014
  • Waktu: 10.00 WIB
  • Tempat: Rumah lifepatch
  • Alamat: Jl. Bugisan Selatan, Gumuk Indah RT 13 RW 36, Yogyakarta (Belakang SMKI)
  • Kontak: Nur Akbar Arofatullah: (0857-4340-0880)

Workshop bersifat gratis dan terbuka untuk umum. Dikarenakan keterbatasan tempat, peserta workshop akan kami batasi untuk 25 orang saja. Bagi Teman-teman yang berminat untuk berpartisipasi dalam workshop ini, dimohon kesediaanya untuk mengisi formulir pendaftaran melalui link berikut ini:https://docs.google.com/forms/d/1W8I7qfd00ON2nfv88CN9_Q8KYwBAyHlwhf9AnPeXUTA/viewform

Dokumentasi

Berikut dokumentasi terpilih dari acara Workshop Pembuatan Tempe:


Referensi dan Pranala Luar

blog comments powered by Disqus