Workshop Pengujian Kandungan Bakteri E. Coli

From Lifepatch - citizen initiative in art, science and technology
Jump to: navigation, search
Workshop Pengujian Ecoli 1.jpg

Deskripsi Acara

Kegiatan workshop ini merupakan bagian dari program Bio Design for the Real World, sebuah proyek yang terlaksana melalui kerjasama antara lifepatch lifepatch , komunitas-komunitas di Yogyakarta, Laboratorium Mikrobiologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (UGM), EPFL Switzerland dan Shrishti School of Art, Design and Technology, India . Workshop Pengujian Kandungan Bakteri E. Coli dilaksanakan sebagai kelanjutan dari workshop sebelumnya yang bertujuan untuk mengajarkan teknik pengujian kualitas air sungai dilihat dari aspek mikrobiologis.

Detail Acara

  • Hari/Tanggal: Sabtu / 19 Oktober 2013
  • Waktu: 15.00 WIB (Jam 3 Sore)
  • Tempat: rumah lifepatch
  • Alamat: Jl. Bugisan Selatan, Gumuk Indah RT 13 RW 36, Yogyakarta (Belakang SMKI)
  • Kontak :
    • Nur Akbar Arofatullah: (0857-4340-0880)
    • Agus Tri Budiarto  : (0877 3879 1971)

Peserta diharapkan mendaftar dengan mengirim sms ke nomor kontak di atas. Workshop ini bersifat gratis dan terbuka untuk umum namun karena keterbatasan ruangan dan alat peserta dibatasi maksimal 15 orang.

Kegiatan

Workshop ini mengajarkan para peserta mengenai langkah-langkah pengujian kandungan bakteri E. Coli pada sampel yang diambil dari air sungai menggunakan medium ENDO. Kegiatan workshop akan menitik beratkan pada cara pembuatan medium dan penghitungan kandungan bakteri E. Coli pada air.

E. Coli

Escherichia coli, atau biasa disingkat E. coli, adalah salah satu jenis spesies utama bakteri gram negatif. Pada umumnya, bakteri yang ditemukan oleh Theodor Escherich ini dapat ditemukan dalam usus besar manusia. Kebanyakan E. Coli tidak berbahaya, tetapi beberapa, seperti E. Coli tipe O157:H7, dapat mengakibatkan keracunan makanan yang serius pada manusia yaitu diare berdarah karena eksotoksin yang dihasilkan bernama verotoksin. Toksin ini bekerja dengan cara menghilangkan satu basa adenin dari unit 28S rRNA, sehingga menghentikan sintesis protein. Sumber bakteri ini contohnya adalah daging yang belum masak, seperti daging hamburger yang belum matang.

Medium ENDO

Endo agar (juga disebut media Endo) adalah medium pertumbuhan mikrobiologi dengan warna merah muda pucat. Awalnya dikembangkan untuk isolasi Salmonella typhi, sekarang banyak digunakan sebagai media coliform. Kebanyakan organisme gram-negatif tumbuh baik di media ini, sementara pertumbuhan organisme gram positif dihambat. Organisme Coliform memfermentasi laktosa dalam media ini, menghasilkan warna merah (yaitu Escherichia coli), sedangkan organisme non-laktosa-fermentasi memproduksi koloni tak berwarna dan bening contohnya yaitu Salmonella sp.

Metode Pengujian Kandungan Bakteri E.coli

Pengujian secara kuantitatif populasi bakteri secara tradisional dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu: 1) metode penghitungan cawan (plate count) dan 2) Most Probable Number (MPN). Pada kegiatan kali ini, pengujian kandungan bakteri E. coli pada sampel air akan dilakukan dengan metode plate count. Prinsip metode tersebut adalah menumbuhkan sel mikroba yang masih hidup pada media agar padat dalam cawan petri, sehingga sel mikroba tersebut akan berkembang biak dan membentuk koloni yang dapat dilihat langsung dengan mata tanpa mikroskop.

Jumlah koloni mikroba yang tumbuh dan dapat dihitung berkisar antara 30-300 koloni. Apabila jumlah koloni yang tumbuh terlalu tinggi (>300), maka akan sulit untuk dihitung sehingga kemungkinan kesalahan perhitungan sangat besar. Jumlah koloni >300 dikategorikan sebagai sample TNTC (Too Numerous To Count) atau spreader sehingga sampel tersebut tidak dapat dimasukkan dalam data perhitungan. Pengenceran sampel membantu untuk memperoleh perhitungan jumlah yang benar, namun pengenceran yang terlalu tinggi dapat mengahasilkan jumlah koloni yang terlalu rendah sehingga kemungkinan tumbuhnya sangat kecil.

Metode plate count merupakan cara yang cukup sensitif untuk menghitung jumlah mikroba. Kelebihan dari pengujian dengan metode tersebut adalah:

  • Hanya sel yang hidup yang dapat dihitung
  • Beberapa jenis mikroba dapat dihitung sekaligus
  • Digunakan untuk isolasi & identifikasi mikroba

Sedangkan kekurangan dari metode plate count yaitu:

  • Hasil perhitungan tidak menunjukkan jumlah sel mikroba yang sebenarnya karena beberapa sel yang berdekatan membentuk satu koloni
  • Media dan kondisi yang berbeda menghasilkan nilai yang berbeda pula
  • Mikroba yang tumbuh harus pada media padat dan membentuk koloni yang kompak, jelas serta tidak menyebar
  • Memerlukan persiapan dan waktu inkubasi beberapa hari sehingga pertumbuhan koloni baru dapat dihitung

Pelaksanaan metode plate count dapat dilakukan dengan dua teknik, yaitu dengan teknik tuang (pour plate) dan teknik sebar permukaan (spread plate). Pada kegiatan kali ini, pelaksanaan metode plate count akan dilakukan dengan teknik pour plate. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam teknik ini adalah proses pengenceran sampel dan homogenisasi larutan hasil pengenceran tersebut.

Dokumentasi Workshop

Berikut adalah kumpulan dokumentasi workshop pengujian kandungan bakteri E.coli yang dilaksanakan di rumah Lifepatch sebagai bagian dari kegiatan JRP-Biodesign:

Referensi dan Pranala Luar