OCAC Seniman Mukim di Lifepatch

From Lifepatch - citizen initiative in art, science and technology
Jump to: navigation, search

Deskripsi

Selama tengah Oktober sampai November, delapan seniman dari Taiwan bermukim di Rumah Lifepatch. Kegiatan seniman mukim ini diadakan atas kerja-bersama antara OCAC dan Lifepatch. Open Contemporary Art Center (OCAC) sendiri adalah ruang seni kontemporer yang dikelola oleh seniman berbasis di Taipei, Taiwan. OCAC berawal dari sebuah kolektif yang didirikan pada 2001 di Banciao, Taiwan, sebagai wadah untuk menggambarkan filosofi seni dari anggota yang tergabung. Mereka percaya bahwa seni kontemporer meresap dalam kehidupan dengan rentang yang lebih luas dari sebelumnya. Mereka melihat "orang membutuhkan petunjuk signifikan tentang apa itu seni kontemporer dengan penuh imajinasi"; serta mencoba melakukan bentuk interaksi publik dengan seni kontemporer. Berbagai kegiatan mereka meliputi kurasi, pertukaran interdisipliner, forum seni, studi dan publikasi.

Kurasi

Mereka sebagai seniman merasa paling berkewajiban untuk (atau mampu) mengembangkan teori praktik. Tujuan kuratorial mereka selalu menemukan dan menempatkan perspektif baru masa depan dengan merefleksikan produksi seni dan masyarakat kontemporer. Dengan proses berpikir yang hati-hati terhadap umpan balik (seni) Taiwan kepada dunia, dalam hal produksi seni, mereka meneliti seni kontemporer di bawah pengaruh globalisasi dalam seni.

Seni/Studio Seniman

Studio seniman pada saat ini mungkin merupakan ruang liberal yang paling terbuka. OCAC berdiri untuk ruang publik dan kolektif seniman merupakan sebuah entitas yang tidak dapat dipisahkan. Mereka berharap untuk dapat melakukan lebih dari sekadar produksi, penyimpanan dan pameran di ruang seni. OCAC berusaha untuk menghasilkan lebih banyak percakapan, pemikiran radikal dan aktivitas gerilya. Melalui praktik para seniman dalam ruang, mereka mengajukan sebuah proposal untuk hidup melawan kapitalisme di masyarakat kontemporer.

Dialog Komunitas

Dalam tren seni yang melibatkan publik, seni kontemporer menjadi vital dan hampir terbuka untuk segala bidang non-seni. OCAC berkomitmen membuka dialog, mencari kemungkinan dan pertukaran baru. Mereka akan terus mempromosikan seni di komunitas yang berbeda, melalui partisipasi aktif seniman dan beragam praktik budaya, membawa kita untuk mengeksplorasi kenyataan pengaruh seni terhadap orang-orang.

Seniman Yang Terlibat

LO Shih-Tung
LO Shih-Tung

Praktik LO Shih-Tung sering berfokus pada pola kehidupan sehari-hari, terutama pada jejak, sisa dan cerita yang berasal dari aktivitas sosial banyak diproduksi secara berlebih di masa sekarang. LO tertarik pada pencarian hantu yang masih ada, identitas, rumah, kota asal dan kota di masyarakat saat ini. LO Shih-Tung sendiri tergabung dalam anggota OCAC (Open Contemporary Art Center) di Taipei, Taiwan. Dirinya memulai dan juga berpartisipasi dalam berbagai proyek, seperti ThaiTai - A Measure of Understanding, THAITAI FEVER (2012-2013), serta CO-Temporary: Program Forum dan Pertukaran Asia Tenggara di Asia pada 2016. Dalam beberapa tahun terakhir ini, LO telah berpartisipasi dalam program seni di Myanmar, Malaysia, Indonesia, dan Thailand.



CHEN Szu-Han
CHEN Szu-Han

CHEN Szu-Han (1981) memperoleh gelar Master of Fine Arts di Central St. Martin College of Art and Design, London. CHEN sangat memperhatikan perspektif kontras dari berbagai budaya, kelas sosial dalam kehidupan kontemporer. CHEN mengeksplorasi penciptaan artistik sebagai jalur berbagi nilai, sekaligus membangun hubungan melalui kolaborasi. Proses kreatifnya sering kali melibatkan partisipasi penonton, dalam skenario yang dibangun dalam konteks kehidupan sehari-hari. Praktik seni dirinya meliputi media seperti video, gambar, instalasi dan fotografi. Karya video CHEN sempat menjadi bagian dari program pemutaran video di Art Basel 2016. Dia juga mengikuti program seniman mukim di ISCP New York, UNITEC Auckland, TAV Taiwan dan lokakarya KHOJ di India. CHEN saat ini tinggal dan bekerja di Taipei, Taiwan.

Informasi lebih lanjut tentang CHEN Szu-Han


WU Sih-Chin
WU Sih-Chin

WU Sih-Chin merupakan lulusan Fakultas Seni Patung, National Taiwan University of Arts, dan menerima gelar Master dari National Taipei University of Arts. WU sering kali menggunakan patung sebagai media dan mengambil contoh dari pengalaman pribadinya. Mengacu pada metode pemodelan, WU membuat patung yang menekankan proses dan narasi. WU mengikuti banyak pameran baik di dalam maupun di luar negeri, termasuk Prancis, Italia, dan Jepang. Pada tahun 2013-2014 WU tinggal di Australia selama delapan belas bulan. Pengalaman dan gaya hidup yang berbeda mengubah karya terbarunya dimana WU beralih fokus pada situasi manusia, hewan, dan alam.

Informasi lebih lanjut mengenai WU Sih-Chin



LIU Yu
LIU Yu

LIU Yu (1985) bekerja dan tinggal di Taipei. LIU terlibat dalam banyak produksi seni dan kegiatan sosial. Dia sentimental, sensitif, intuitif; serta pemilik frasa pribadi yang sangat akurat seperti generasi muda lainnya yang lahir tahun 80an. LIU tumbuh dengan memanjakan sejumlah besar film. Semua narasi, naskah, bahasa gambar, plot fiktif telah menjadi pendekatannya terhadap dunia ini. LIU mengejar pengalaman irasional, tidak biasa, fantastis dan kebetulan dalam kinerjanya. Beberapa pameran tunggal YU diantaranya “Several Ways to Believe” di Los Angeles, “The ship of fools mooring at the train station” di Taipei. Dia juga termasuk dalam banyak pameran bersama di luar negeri, seperti "Attachment-Detachment" di Hong Kong, "Mille-Feuille de Camélia" di Korea, "NEW DIRECTIONS # 2 TRANS-PLAX" di Tokyo dan "Discomfort's Calling" di Republik Ceko .

Informasi lenih lanjut tentang LIU Yu dapat dilihat disini.



Working Hard
Working Hard

Working Hard adalah kolaborasi duo seniman SHE Wen-Ying dan KUO Po-Yu. Praktik mereka sering dipandang sebagai rekayasa arsip yang dibangun. Arsip tersebut ditujukan kepada khalayak dengan jarak pengamatan dari diri mereka sendiri sebagai arsiparis, serta orang luar dengan identitas mereka sendiri. Mengikuti langkah-langkah untuk menghubungkan masa lalu yang rusak dengan kenangan. Mereka mencoba membebaskan definisi solid tersebut melalui praktik artistik mereka. Bentuk dan isi arsip yang dibangun oleh Working Hard sering menghadirkan rasa hand-made yang dikombinasikan dengan imajinasi, berhubungan dengan persepsi dan temporalitas ruang. Melalui praktik mereka dalam pahatan dan instalasi lokasi yang spesifik, mereka merefleksikan tema arsip, menanggapi pertanyaan di luar instrumentalisasi dan memikirkan ulang transisi dari objek ke dokumen di eranya sendiri, dengan kesulitan yang dihadapi dalam kontemporer.

SHE Wen-Ying (1989) meraih gelar MFA di National Taiwan University of Arts pada 2016. SHE telah berkolaborasi dengan Kuo Po-Yu sebagai seniman kolektif Working Hard sejak tahun 2015. SHE baru-baru ini fokus pada kerja lapangan budaya daerah.

KUO Po-Yu (1989) dalam praktiknya sering kali membahas arsip yang tidak dapat didekati dengan karakteristiknya yang menyeramkan, menggunakan arsip itu secara sculpturally dan objek untuk mengembangkan gagasan baru. Dengan mempraktekkan cara arsip untuk membangun realitas alternatif; menerjemahkan objek produksi dan lokasi spesifik arsip. KUO beralih untuk berfokus pada berbagai bentuk esensi arsip, perbedaan umum setelah peningkatan pluralitas.

Informasi lebih lanjut mengenai Working Hard dapat dilihat disini.



CHEN Chia-Lan
CHEN Chia-Lan

CHEN Chia-Lan lulus dari jurusan seni lukis dan kaligrafi tradisional Tiongkok Fakultas Seni Rupa National Normal Universitas Taiwan. Setelah lulus, CHEN lebih banyak berkecimpung dalam bidang administrasi seni, melihat seni sebagai waktu senggangnya setiap hari. Karya-karyanya sering terinspirasi oleh alam, hubungan intim dengan orang, dan kehidupan di kota. Dia juga pernah menjadi asisten proyek Taipei Art Fair 2015, asisten IT PARK Photography. Sejak 2016 CHEN bekerja sebagai manajer OCAC.




WANG Hsiang-Ping
WANG Hsiang-Ping

WANG Hsiang-Ping a.k.a. LEO lulus dari Desain Komunikasi Visual di Jinwen University of Science and Technology. LEO menjadi web designer dan perancang mandiri antarmuka komputer sejak tahun 2000. Dia juga seorang tukang kayu amatir, tembikar, seniman logam dan perancang elektronik swakriya. Sejak 2008, LEO juga pendiri dan direktur Y.C.P.C. (Yang Ming Shan Contemporary Party Center) penyihir yang berada di Gunung Yang Ming.




CO-Temporary #2: Itu Apa Island

LO Shih-Tung & Andreas Siagian dalam proses pembangunan

CO-Temporary #2: Itu Apa Island adalah proyek seni yang mencari jalan lain dari sebuah program pertukaran antar kolektif, dibanding mengejar hasil akhir kekaryaan dari pertukaran internasional pada umumnya. Proyek ini berfokus pada pembelajaran saat menyelam ke komunitas lokal, mengalami berada di lingkungan yang tersedia. Begitupun sebaliknya, saat komunitas yang didatangi bertemu dengan berbagai gagasan yang dilemparkan oleh rombongan OCAC; dengan tetap menilik bagasi pribadi dari berbagai latar pengalaman seni dan kebudayaan masing-masing.

CO-Temporary istilah yang dimaknai sebagai “korsleting sementara” dalam kancah kontemporer, hal ini disadari setelah tanpa sengaja huruf “n” hilang dalam pembuatan publikasi pameran yang dikurasi oleh OCAC dimasa lalu. CO-Temporary #1 berlangsung setahun lalu sebagai presentasi dari pengalaman seniman mukim di MES56. Baik yang pertama dan kedua ini masih mengusung tema yang sama, yakni “Forum Taiwan - Asia Tenggara dalam Seni dan Budaya."

Itu apa Island menyadur Pulau Taiping yang terdapat di Laut Cina Selatan yang juga dikenal sebagai “Itu Aba Island”, penamaan ini diplesetkan sebagai perumpamaan karena juga berarti “itu apa” dalam bahasa Indonesia dan Melayu, hal ini menjadi perumpamaan saat menggaris-bawahi niat Taiwan mengeksplorasi, membangun komunikasi, serta refleksi berkesinambungan ke negara-negara di Asia Tenggara; untuk mencari makna dan tujuan dari program pertukaran diantara wilayah dan budaya yang berbeda.

Melalui obrolan awal serta silang pendapat, gagasan awal yang berkelindan adalah seputar bangunan rumah baru Lifepatch, maka kerja-bersama ini mengeksplorasi fisik ruang-per-ruang, sambil tetap mencari kemungkinan pandangan dan kejadian yang khas antar pribadi, dengan ruang dan lingkungan secara kewilayahan.

Proyek "CO-Temporary#2: Itu Apa Island" menjadikan bangunan Lifepatch sebagai pusat, para seniman membidik konseptualitas “Itu Apa Island?” sebagai dasar percakapan melalui rekonstrusi ulang bangunan itu sendiri, dilakukan sebaik mungkin sebagaimana menciptakan suatu karya. Proyek ini membawa berbagai seniman dengan pengalaman yang berbeda, latar belakang dan budaya; untuk kembali satu tujuan“membangun ruang”, untuk membayangkan kemungkinan suatu ruang bersama, walaupun hanya sementara namun tetap mengelola pengalaman artistik yang intensif, mencoba memproduksi potret kolektif yang bisa jadi kontras dalam berkomunikasi pada masing-masing kenyataan hari.

Perjalanan OCAC selama ini kerap mengalami proses perpindahan, pembongkaran, pembangunan, ketidak-pastian dan membayangkan berulang-kali, dan terus-menerus sejak awal terbentuk. Seperti kuratorial projek “ POST.O : The Reverse of TOPOS – POST.O Maru” diatas kapal berkeliling Taiwan untuk memproyeksi berbagai kemungkinan lokalitas yang berbeda, mendatangi pameran di ruang dan kota-kota yang disinggahi. Kemudian OCAC pindah ke Bangkok selama 6 bulan di 2012-13 dalam projek “Thai Tai : The measure of understanding”, dimana programnya mengeksplorasi iklim tubuh persilang-tukaran budaya. Disini ruang dalam prosesnya tak hanya fisikal, ruang kerja seniman menjadi kunci perpindahan, sebuah galeri untuk pameran yang berkelanjutan, tak hanya sebuah ruang yang melulu menyoroti seniman untuk mengangkat nilai artistiknya.